Foto dari Biro Pariwisata Prefektur Aichi memperlihatkan enam orang yang berperan sebagai ninja. (Foto: AFP/Aichi Prefecture Tourism Bureau)
Foto dari Biro Pariwisata Prefektur Aichi memperlihatkan enam orang yang berperan sebagai ninja. (Foto: AFP/Aichi Prefecture Tourism Bureau)

Warga Asing Beramai-ramai Melamar Jadi Ninja di Jepang

Willy Haryono • 24 Maret 2016 14:25
medcom.id, Aichi: Ratusan orang dari berbagai negara di dunia mendatangi Jepang untuk mencoba melamar menjadi ninja, yang merupakan bagian dari pegawai sektor pariwisata di prefektur Aichi. 
 
Pemerintahan Aichi mencoba mencari enam ninja yang mampu melakukan akrobat dan menarik banyak wisatawan. Pelamar dapat berasal dari Jepang atau negara mana pun di dunia. 
 
"Kami menerima banyak lamaran pekerjaan," kata Satochi Adachi dari badan pariwisata prefektur Aichi kepada AFP, Kamis (24/3/2016). "Kami tidak mengira responsnya begitu tinggi," sambung dia. 

Dari 235 surat lamaran, Aichi telah menyeleksinya hingga tinggal 37 pelamar. Para pelamar dari luar negeri, dengan total 13 orang, berasal dari Amerika Serikat, Prancis dan Thailand. 
 
Nantinya, keenam ninja harus mampu melakukan akrobat, menggunakan senjata khas "shuriken" dan berpose dengan wisatawan. 
 
Pelamar yang mampu berbahasa Jepang akan diutamakan, tapi siapa pun boleh mendaftar. Keenam ninja juga nantinya akan diminta berbahasa Inggris. 
 
Segala hal berbau ninja digunakan untuk mempromosikan Iga, sebuah desa sekitar 350 kilometer dari Tokyo. Kota ini berada dekat mantan ibu kota Jepang di masa lalu, Kyoto, yang pernah dihuni banyak ninja. 
 
Tahun lalu, sejumlah gubernur dan wali kota dari prefektur di sekitar Iga mengganti pakaian kerja mereka dengan ninja untuk mengumumkan pelancaran "dewan ninja."
 
Langkah tersebut dilakukan pejabat pemerintah untuk mendorong sektor pariwisata menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan