Suatu hari, ketika TKW yang pernah bekerja di Arab Saudi selama 20 tahun ini berbelanja di Pasar Raqqa, ia melihat kepala-kepala manusia dijejerkan di pinggir jalan setelah dipenggal.
"Saya penasaran karena para warga menonton dan merekam juga mengambil foto, maka saya mendekat. Setelah saya lihat lebih dekat, ternyata ada delapan kepala manusia berjejer setelah dieksekusi ISIS," kata Sri di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Sri membatalkan belanja dan lari pulang ketakutan ke rumah majikan. Dari bahasa dan logat bicaranya, Sri mengenali banyak tentara ISIS di Kota Raqqa berasal dari Arab Saudi, Tunisia, India dan beberapa orang kulit putih, tetapi tidak pernah bertemu dengan orang Indonesia.
KBRI Damaskus telah berhasil mengevakuasi seorang TKW bernama Sri Rahayu asal Sumbawa NTB dari Raqqa, Suriah ke shelter KBRI Damaskus. Sri Rahayu telah tiba di Indonesia pukul 7.40 pagi dengan Qatar Airways.
Ia telah bekerja selama tiga tahun di Raqqa. Majikannya pun turut membantunya agar keluar dari Raqqa. Ketika berusaha keluar dari Raqqa, Sri memakai penutup muka atau cadar, karena jika ia diketahui orang Indonesia, ia akan dipenjara.
Sri menghabiskan enam hari perjalanan darat untuk menuju ke Allepo. Setelah tiba di Allepo, ia dibawa ke shelter KBRI Damaskus untuk dipulangkan ke Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News