Jajaran staf hotel di Wuhan, Hubei, Tiongkok, berlatih mengimplementasikan kebijakan di tengah mewabahnya virus korona, 28 Januari 2020. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)
Jajaran staf hotel di Wuhan, Hubei, Tiongkok, berlatih mengimplementasikan kebijakan di tengah mewabahnya virus korona, 28 Januari 2020. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)

Naik Lagi, Korban Tewas Virus Korona 1.112 Orang

Internasional Virus Korona tiongkok
Willy Haryono • 12 Februari 2020 07:31
Beijing: Jumlah korban tewas virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) kembali bertambah dan hingga hari ini, Rabu 12 Februari 2020, angkanya mencapai 1.112. Dari total tersebut, 1.110 terjadi di Tiongkok, dan dua sisanya di Filipina dan Hong Kong.
 
Dikutip dari AFP, Komisi Kesehatan Tiongkok juga mengonfirmasi tambahan 1.638 kasus infeksi korona di Hubei, provinsi munculnya virus tersebut pada akhir Desember. Dengan tambahan kasus tersebut, total ada 44.200 infeksi korona yang terkonfirmasi di seantero Tiongkok.
 
Varian baru virus korona ini diyakini berasal dari sebuah pasar hewan liar di Wuhan, ibu kota dari provinsi Hubei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa meski 99 kasusnya ada di Tiongkok, virus korona telah "merupakan ancaman bagi seluruh dunia."
 
Ia mendorong semua negara berbagi data terkait korona untuk membantu WHO meneliti lebih lanjut virus tersebut.
 
Selasa kemarin, Pemerintah Tiongkok memecat dua pejabat kesehatan paling senior di Hubei. Keduanya dinilai tidak becus dalam menanggulangi wabah, terutama terkait terlambatnya penerapan kebijakan larangan bepergian.
 
Zhang Jin, Ketua Partai Komunis untuk Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, didepak dari jabatannya. Direktur komisi tersebut, Liu Yingzi, juga telah disingkirkan.
 
Pejabat lokal Tiongkok terus mendapat tekanan atas penanganan wabah korona, terutama usai kematian seorang dokter di Wuhan, ibu kota dari provinsi Hubei. Dokter itu pernah ditangkap aparat keamanan usai berusaha memperingatkan pemerintah akan adanya ancaman varian baru virus korona.
 
Sampai saat ini Wuhan dan area sekitarnya di Hubei masih ditutup rapat. Sekretaris Partai Komunis Tiongkok Ma Guaoqiang mengakui pekan lalu bahwa para pejabat lokal di Hubei memperburuk wabah korona karena terlambat menerapkan larangan bepergian.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif