medcom.id, Adelaide: Badai ganas disertai sambaran petir telah melumpuhkan seluruh negara bagian Australia Selatan tanpa listrik semalaman.
Kereta api dan trem terhenti beroperasi dan lampu lalu lintas gelap total akibat salah satu badai paling ganas dalam beberapa dekade yang menyapu seluruh negara bagian.
Para pejabat mengatakan, kerusakan fasilitas penting di dekat kota Port Augusta telah memaksa jaringan lampu penerangan dipadamkan, dan 1.6 juta orang dibiarkan tanpa listrik. Kepala pemerintahan Australia Selatan Jay Weatherill mengatakan, tercatat 80.000 sambaran petir.
"Belum pernah terjadi sebelumnya cuaca seperti ini," tambah Weatherill dikutip BBC, Rabu (28/9/2016). Listrik diharapkan akan kembali pulih sepenuhnya di ibukota negara, Adelaide, pada Kamis 29 September.
Di Adelaide terlihat kemacetan lalu lintas dan para polisi berjuang untuk tetap melancarkan jalan. Komisaris polisi Australia Selatan menyatakan "terjadi insiden besar" di negara bagian dan warga sementara diminta untuk tinggal di rumah.
Semua penerbangan dari bandara Adelaide untuk sementara dilarang terbang. Liam Shorte, yang berharap terbang ke Sydney, menulis tweet sebuah foto para penumpang menunggu di bandara dalam kegelapan.
SA Power Networks, yang mengoperasikan sistem kelistrikan di negara itu, menyatakan bahwa masalah bermula ketika infrastruktur di wilayah Port Augusta rusak dihantam badai.
Tapi padamnya listrik bukanlah satu-satunya efek badai yang melintasi kota itu. Penasihat investasi Adelaide Jed Richards menyebarkan tweet bahwa dirinya telah melihat sambaran kilat menyebabkan kebakaran di North Adelaide.
Beberapa warga menderita kesulitan pulang ke rumah, termasuk sutradara Emma Berry yang mengirim tweet sebuah gambar jalanan yang banjir di sekitar tempat tinggalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News