medcom.id, Jakarta: Hubungan antara Indonesia dan India sudah terjalin sejak lama dan sangat baik sejak zaman kepemimpinan Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Hal ini diungkapkan oleh S.T Devade, Duta Besar India untuk Indonesia pada 1994 sampai 1998.
"Banyak kesempatan dan tantangan dalam menjalin kerja sama antara India dan Indonesia," ujar Dubes Devade di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2016).
Selain itu, kata dia, hubungan bilateral antara Indonesia dan India juga terjalin erat dan tak pernah renggang sedikit pun.
"India menganggap Indonesia adalah anggota paling penting di ASEAN," lanjutnya lagi.
Perwujudan kerja sama ini ditunjukkan pula dengan Indonesia mengimpor daging kerbau dari India yang ditargetkan dimulai sebelum Lebaran tahun ini.
Duta Besar India untuk Indonesia, Nengcha Lhouvum mengatakan Indonesia akan mengimpor daging kerbau dari India sebanyak 200 ton dan dalam bentuk beku.
"Jumlah yang cukup besar. Kami senang Indonesia mau mengimpor daging dari India dan itu kami pastikan halal," ungkapnya ketika ditemui beberapa waktu yang lalu.
Dalam bidang kebudayaan, candi-candi di Indonesia seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan pura-pura di Bali juga dipengaruhi oleh seni arsitektur Gupta dari India.
"Hubungan Indonesia dan India sudah hangat sejak awal dan saya harap hubungan hangat tersebut akan selalu terjaga," pungkasnya.
"Jumlah yang cukup besar. Kami senang Indonesia mau mengimpor daging dari India dan itu kami pastikan halal," ungkapnya ketika ditemui beberapa waktu yang lalu.
Dalam bidang kebudayaan, candi-candi di Indonesia seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan pura-pura di Bali juga dipengaruhi oleh seni arsitektur Gupta dari India.
"Hubungan Indonesia dan India sudah hangat sejak awal dan saya harap hubungan hangat tersebut akan selalu terjaga," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News