Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun di Kedubes Palestina di Jakarta, Selasa 23 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun di Kedubes Palestina di Jakarta, Selasa 23 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

Kunjungi RI, Delegasi Palestina Dorong Kerja Sama Ekonomi

Internasional indonesia-palestina
Marcheilla Ariesta • 23 Juli 2019 15:50
Jakarta: Palestina berharap kerja sama ekonomi dengan Indonesia dapat terus ditingkatkan. Karenanya, Palestina mengirimkan delegasi ke Indonesia untuk membahas kerja sama di sektor tersebut.
 
"Para delegasi ini merupakan utusan Kementerian Ekonomi Palestina. Kami ingin mempererat hubungan perdagangan kedua negara. Besok, akan ada workshop untuk mencari solusi dari permasalahan yang bisa dilakukan antara Indonesia dengan Palestina," kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al Shun di kantornya, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Zuhair menuturkan, keadaan di Palestina yang dijajah Israel berpengaruh pada perekonomian. Produk-produk Palestina, kata dia, dipersulit untuk dijual ke negara lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mempromosikan produk-produk Palestina, para delegasi mencoba berkomunikasi dengan sejumlah negara mitra termasuk Indonesia. Dalam kunjungannya ke Indonesia, para delegasi ini bertemu perwakilan dari Kementerian Perdagangan Indonesia dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN).
 
"Kami lakukan tiga pertemuan pada Senin 22 Juli. Pertama bertemu dengan KADIN, lalu berkunjung ke Kementerian Perdagangan, dan kami ke kantor gubernur DKI Jakarta," kata Zuhair.
 
Para delegasi Palestina diterima Kemendag dan Kadin dengan baik. Ini menunjukkan, imbuh dia, ketulusan Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina mencapai kemerdekaan.
 
Dalam kesempatan sama, Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) KADIN, Fachry Thaib, menuturkan bahwa Indonesia dan Palestina telah berjanji untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi. Dalam kunjungan dua pekan lalu ke Palestina, tim Kadin melihat ada banyak peluang di sana.
 
"Kita akan meningkatlan perdagangan Indonesia-Palestina. Pemerintah juga sudah diberi kelonggaran impor untuk barang Palestina bebas biaya masuk, seperti buah zaitun dan kurma. Ini langkah baik," imbuh Fachry.
 
Tahun lalu, nilai perdagangan Indonesia dan Palestina mencapai total USD5 juta (setara Rp69 miliar). Lewat kunjungan delegasi Palestina, nilai perdagangan tersebut dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.
 
Baca:Indonesia Serahkan Bantuan Kesehatan untuk Pengungsi Palestina
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif