Staf Ahli Menteri Urusan Diplomasi Ekonomi Kemenlu RI, Ina Hagniningtyas. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Staf Ahli Menteri Urusan Diplomasi Ekonomi Kemenlu RI, Ina Hagniningtyas. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Kunci Indonesia Bertahan adalah SDM Berkualitas

Marcheilla Ariesta • 29 Agustus 2019 17:11
Semarang: Di tengah carut-marutnya ekonomi dunia saat ini, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang cukup baik. Meski demikian, hal ini tidak bisa berlangsung terlalu lama tanpa sumber daya manusia yang berkualitas.
 
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia dan mayoritas merupakan usia produktif. Staf Ahli Menteri Urusan Diplomasi Ekonomi Ina Hagniningtyas mengatakan Indonesia dapat bertahan di tengah 'badai ekonomi global jika kualitas sumber daya manusia (SDM) ditingkatkan.
 
"Semua tergantung daya saing. Presiden Joko Widodo mengatakan SDM unggul Indonesia maju," kata Ina dalam kegiatan Kuliah Umum 'Perkembangan Ekonomi Global dan Diplomasi Ekonomi Indonesia' di Universitas Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ina menambahkan arti motto Indonesia tersebut adalah semua pembangunan yang terjadi di Indonesia berdasarkan jasa. "Artinya kita bergantung sama SDM. Kalau SDM hanya dilihat dari jumlah, tidak ada gunanya Tapi kalau jumlah ditambah dengan kualitas, itu berguna, akan membuat Indonesia bertahan," imbuh Ina.
 
Menurut Ina, di 100 tahun Indonesia, tepatnya 2045, tak lagi dibicarakan mengenai ekonomi makro. Baginya, yang akan dibahas adalah pendapatan per individu.
 
"Jika individu kita pendapatannya tinggi, itu merupakan kualitas dari SDM itu tadi," terangnya.
 
Ina menambahkan populasi dan usia tenaga kerja sangat berpengaruh pada dinamika ekonomi global. Karenanya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan mengembangkan SDM yang dimiliki.
 
Baginya, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil, namun masih rentan. "Di Indonesia, tingkat pengangguran turun, inflasi kita bagus, tingkat kemiskinan turun, rasio gini juga turun. Namun, kita harus menguatkan itu, karena saat ini masih bergejolak," tutur dia.
 
Menurut Ina, rentannya ekonomi Indonesia bukan karena pemerintah tidak bekerja dengan baik. Namun, ekonomi global yang anjlok menjadi penyebab utamanya.
 
Karenanya dia berharap agar para pelajar Indonesia dapat mengambil kesempatan di saat ini untuk mengembangkan diri dan 'menyelamatkan' Indonesia dari ketidakstabilan ekonomi dunia.
 
Kegiatan kuliah umum ini dihadiri lebih dari 200 mahasiswa dari Universitas Sultan Agung. Kuliah umum ini merupakan bagian dari kegiatan Diplomasi Festival (DiploFest) di Semarang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan