Dari 19 WNI yang menetap, 13 WNI diketahui dalam keadaan selamat dan 6 WNI lainnya masih terus ditelusuri keberadaannya. Sementara itu, dari 57 WNI yang sedang berkunjung, 35 WNI telah diketahui dalam keadaan selamat, 10 orang belum diketahui keberadaannya dan 12 WNI sudah meninggalkan Nepal setelah dibukanya kembali Bandara Internasional Kathmandu pada hari Minggu lalu.
Intinya, terdapat 48 WNI yang sudah bisa dihubungi dan 16 lainnya belum. Dari 48 WNI itu, tiga di antaranya adalah pendaki Gunung Everest. Mereka adalah Jeroen Hehuwat, 39; Kadek Andana, 27; dan Alma Parajita,32
"Yang mendaki tiga orang yang dari Kadek sudah dapat dihubungi. Mereka dalam kondisi baik, selamat. Proses evakuasi harus dijemput pakai heli," ucap juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di Kemlu, Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Sore ini, Menlu Retno berencana mengirim tim bantuan kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi di Nepal. Tim terdiri dari unsur Kemenlu, BNPB, TNI dan PMI. Terdapat pula dua orang dokter dari Polri guna melengkapi 15 dokter dan tenaga medis yang telah disiapkan BNPB
"Kita bawa 4 ton bantuan sesuai yang diperlukan, seperti tenda rumah sakit, tenda pengisian alat kesehatan, obat-obatan dan keperluan makanan siap saji," ungkap Menlu Retno.
"Kita juga akan upayakan pencarian 16 WNI yang belum bisa ditemukan," sambung dia.
Empat hari setelah gempa 7,8 SR di Nepal, jumlah korban jiwa melambung tinggi hingga 5.057 orang, dengan 10.195 korban luka dan 454.769 lainnya kehilangan tempat tinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News