Anwar Ibrahim saat tiba di persidangan (Foto: AFP)
Anwar Ibrahim saat tiba di persidangan (Foto: AFP)

Kritik Penahanan Anwar Ibrahim, Kartunis Ditahan

Fajar Nugraha • 11 Februari 2015 12:42
medcom.id, Kuala Lumpur: Salah satu kartunis politik ternama di Malaysia, ditangkap karena mengkritik vonis penjara terhadap pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Kartunis itu dituduh telah menghasut.
 
Zulkifli Anwar Ulhaque,- dikenal sebagai Zunar- ditangkap oleh Polisi Malaysia pada Selasa (10/2/2015) malam waktu setempat. Penangkapannya dilakukan beberapa jam setelah Anwar Ibrahim dipenjara selama lima tahun, setelah vonis bersalah yang dibacakan terkait kasus sodomi.
 
"Tentu ini adalah bentuk intimidasi, dengan tujuan agar warga tidak boleh mempertanyakan keputusan pihak berwenang," ujar istri dari Zunar, Fazlina Rosley, seperti dikutip AFP, Rabu (11/2/2015).
 
"Zunar tidak akan menyerah kepada intimidasi ini. Dia akan lanjut melakukan kritik meskipun di dalam penjara," tegasnya.
 
Sementara pengacara dari Zunar, Melissa Sasidaran mengatakan, kliennya akan dipenjara selama beberapa hari ke depan. Kartunis berusia 52 tahun itu membuat heboh dengan memposting kritikan dalam akun Twitter miliknya.
 
Menurut Zunar, pengadilan Malaysia tunduk kepada rezim otoriter. "Mereka yang berjubah hitam (hakim) sangat bangga ketika membacakan vonis. Hadiah dari petinggi politik mereka pasti sangat besar," ujar Zunar dalam kritiknya, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (11/2/2015).
 
Pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak dikecam di dalam dan di luar negeri karena melontarkan berbagai tuntutan kepada Anwar, dalam beberapa tahun terakhir. Tuntutan hukum itu diperkirakan untuk mencegah berkembangnya kalangan oposisi di Malaysia.
 
Anwar sendiri melihat putusan tersebut sebagai sebuah konspirasi politik untuk mengisolir dirinya dari politik Negeri Jiran. 
 
Sementara Zunar sendiri kerap menarik perhatian dari pihak berwenang melalui karikaturnya. Kreasinya kerap diarahkan kepada PM Najib, istrinya Rosmah Mansor dan isu pengadilan kasus sodomi Anwar Ibrahim.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan