Hutan tempat tinggal panda raksasa saat ini berada dalam kondisi yang lebih buruk ketimbang 1988, ketika pertama kali terdaftar sebagai hewan terancam punah.
Tahun lalu, panda raksasa diturunkan statusnya dari terancam punah menjadi rentan dalam Daftar Merah IUCN.
Hilangnya habitat merupakan ancaman paling serius bagi hewan tersebut, yang dipandang sebagai ikon upaya mencegah kepunahan hewan di tingkat global.
"Apa yang baru dalam penelitian ini adalah kemampuan kita menilai status panda raksasa dengan menggunakan citra satelit, dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memberikan rekomendasi bagaimana mengelola ikon spesies yang terancam ini dengan lebih baik," kata Prof Stuart Pimm, dari Duke University, North Carolina, Amerika Serikat, periset dalam penelitian ini.
Kabar dicabutnya status panda raksasa dari daftar terancam punah menjadi berita utama di seluruh dunia pada tahun lalu.
Keputusan mencabut status diambil karena jumlah panda liar telah meningkat dalam berbagai survei. Namun, dengan hanya sekitar 1.800 ekor yang tersisa di alam bebas, menyediakan cadangan baru dan memperluas areal yang sudah ada sangat penting bagi kelangsungan hidup hewan ini.
"Saya pikir kita sekarang mengerti bahwa kita harus mengawasi habitat di mana panda hidup," cetus Prof Pimm, seperti dilansir BBC, Senin 25 September 2017.
"Tapi itu juga menunjukkan perlunya mencoba dan menghubungkan kembali habitat panda yang terisolasi dengan membangun apa yang kita sebut koridor biologis," gagasnya.
Hutan Menyusut
Ilmuwan China dan AS menggunakan pemetaan geografis, data penginderaan jarak jauh, dan citra satelit guna menilai perubahan di seluruh panda yang tersisa sejak 1976 sampai 2013.
Studi mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution, menunjukkan bahwa habitat panda yang sesuai untuk hidupnya telah berkurang secara substansial.
Gempa bumi, perambahan manusia, pertanian, pembangunan jalan, pariwisata, dan penebangan hutan memiliki efek membagi wilayah di mana panda hidup dalam fragmen yang lebih kecil.
"Habitat menurun hampir 5 persen dari tahun 1976 sampai 2001, namun telah meningkat sejak itu," kata Weihua Xu dari Pusat Penelitian Ilmu Lingkungan Hidup di Chinese Academy of Sciences.
"Namun, ukuran rata-rata kolom habitat menurun sebesar 23 persen dari tahun 1976 sampai 2001. Hanya meningkat sedikit sejak saat itu," bubuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News