Menteri Luar Negeri RI periode 2009-2014, Marty Natalegawa membahas mengenai ASEAN. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Menteri Luar Negeri RI periode 2009-2014, Marty Natalegawa membahas mengenai ASEAN. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

India Galau RCEP, Waktunya ASEAN Tunjukkan Sentralitas

Internasional asean asean-india RCEP
Marcheilla Ariesta • 20 November 2019 13:52
Jakarta: Kebimbangan India meninggalkan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), dinilai sebagai waktu yang tepat bagi ASEAN untuk menunjukkan sentralitasnya.
 
"Indonesia dan ASEAN tidak bisa menjadi pasif dalam kesepakatan ini," kata Marty Natalegawa, menteri luar negeri RI periode 2009-2014 di auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Rabu 20 November 2019.
 
"Saat ini ASEAN sangat bisa menekankan bahwa sentralitas ASEAN punya kekuatan dan ini diinisiatif Indonesia," imbuh Marty.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan ASEAN harus melatih sentralitasnya. Karenanya, untuk melatih sentralitas tersebut butuh momentum yang baik.
 
Menurut dia, keluarnya India dari RCEP adalah saat yang tepat. Pasalnya, kesepakatan RCEP harus disetujui 16 negara anggota, termasuk India.
 
Keluarnya India dari RCEP meninggalkan 15 negara anggota lainnya membuat banyak pertanyaan muncul. Diduga, situasi domestik membuat Negeri Bollywood meninggalkan kesepakatan ini.
 
"India memiliki masalah luar biasa signifikan yang masih belum terselesaikan. Semua negara yang berpartisipasi RCEP akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah luar biasa ini dengan cara yang saling memuaskan. Keputusan akhir India tergantung keputusan yang memuaskan dari masalah ini," demikian dikutip dari pernyataan bersama pemimpin RCEP.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya menyebut negara-negara peserta RCEP tidak boleh tersandera sikap India tersebut.
 
Karena tidak ingin tertahan atas sikap India, sebanyak 15 negara peserta RCEP yang terdiri dari 10 negara ASEAN beserta lima mitranya yakni Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru menyepakati negosiasi berbasis teks yang memuat pokok-pokok pengaturan serta hak dan kewajiban dalam RCEP.
 
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 RCEP di Thailand, awal November lalu, dan mencakup 20 bab perundingan, kecuali isu akses pasar dan kajian hukum (legal scrubbing) yang masih harus diselesaikan seluruh negara yang terlibat sebelum target penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan pada 2020.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif