Ilustrasi - Medcom.id
Ilustrasi - Medcom.id

12 WNI Ditangkap di Malaysia, KBRI Minta Akses Kekonsuleran

Internasional wni gabung isis
Fajar Nugraha • 27 September 2019 00:58
Jakarta: Direktur Perlindungan WNI dan BHI Joedha Nugraha menanggapi 12 orang warga negara Indonesia yang ditangkap di Malaysia. Mereka diduga terkait Islamic State (ISIS).
 
"Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah keluarkan rilis mengenai beberapa operasi penangkapan antara 10 Juli 2019 hingga 25 September 2019 terkait tindakan terorisme. Total yang ditangkap 16 orang di mana 12 diantaranya WNI," ujar Joedha dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Kamis, 27 September 2019.
 
Joedha mengakuKBRI Kuala Lumpur belum menerima notifikasi secara lengkap Pemerintah Malaysia."KBRI akan meminta akses kekonsuleran untuk menemui seluruh WNI yang ditangkap ditahan serta memberikan pendampingan untuk menjamin hak-hak para WNI tersebut berdasar hukum setempat," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Malaysia telah siaga tinggi sejak Januari 2016, ketika orang-orang bersenjata yang bersekutu dengan ISIS melakukan serangkaian serangan di Jakarta.
 
Kasus pertama melibatkan seorang pekerja perkebunan kelapa sawit Indonesia berusia 25 tahun di negara bagian Sabah di Kalimantan. Menurut polisi, dia bertindak sebagai fasilitator untuk keluarga yang beranggotakan lima orang untuk melakukan serangan bunuh diri di sebuah gereja di Jolo, di selatan Filipina pada Desember 2018.
 
Polisi mengatakan mereka juga menangkap 13 orang Indonesia lain dan seorang Malaysia dalam penggerebekan terpisah. Mereka diduga mendukung ISIS karena mempromosikan ideologi kelompok dan merekrut anggota baru di media sosial dengan tujuan meluncurkan serangan.
 
Secara terpisah, polisi setempatmenangkap seorang warga negara India secara. Dia diringkus karena menjadi anggota kelompok Sikhs For Justice yang telah dilarang di India. Sejak itu, tersangka langsung dideportasi.
 

(NUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif