medcom.id, Tokyo: Kabinet Jepang bersikukuh mengakhiri aturan yang melarang kekuatan militer untuk melakukan aktivitas di luar negeri sejak Perang Dunia II.
Langkah ini, yang dipandang sebagai gebrakan terbesar dalam kebijakan pertahanan Jepang pascaperang 60 tahun lalu, akan mengakhiri larangan mengadakan latihan militer atau membantu negara sekutu yang diserang. Jika terwujud, maka Jepang juga dapat dengan leluasa berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB.
Rencana ini dikecam Tiongkok, yang menilai langkah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tersebut rentan memicu konflik.
"Abe bermain-main dengan bayang-bayang peperangan melalui rencana murahan," ucap seorang komentator Inggris di kantor berita Xinhua, Selasa (1/7/2014).
Sejak berkuasa 18 bulan lalu, Abe terus mendorong perubahan dalam bidang pertahanan. Sebagian warga khawatir Jepang akan terjerat dalam peperangan di luar negeri, sebagian lainnya marah karena langkah Abe yang terkesan ingin mengubah konstitusi negara.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan