Pemerintah Sri Lanka menyalurkan bantuan darurat kepada korban gempa 7,8 SR di Nepal -- AFP / Ishara S.KODIKARA
Pemerintah Sri Lanka menyalurkan bantuan darurat kepada korban gempa 7,8 SR di Nepal -- AFP / Ishara S.KODIKARA

Organisasi Internasional Berdatangan Bantu Korban Gempa Nepal

Willy Haryono • 26 April 2015 17:59
medcom.id, Kathmandu: Organisasi bantuan internasional dan pemerintah negara asing berdatangan ke Nepal untuk menangani korban jiwa dan dampak kerusakan gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter, Minggu (26/4/2015). 
 
Menurut hitungan korban di Nepal dan beberapa negara tetangga, total kematian akibat gempa pada Sabtu kemarin telah melampaui 2.000 jiwa. Sejumlah negara Asia dan Eropa dan juga grup internasional bersama-sama mengirimkan tim serta bantuan darurat. 
 
Penyaluran bantuan terkendala buruknya jaringan komunikasi dan kerusakan infrastruktur. 

"Jalanan rusak atau terblokade tanah longsor. Jaringan komunikasi terganggu, dan menghalangi kami mencapai cabang Palang Merah untuk mendapatkan informasi akurat," ujar Jagan Chapagain, kepala Federasi Palang Merah Internasional Asia Pasifik (IFRC), seperti dikutip AFP
 
IFRC mengaku sangat khawatir terhadap nasib warga di dekat episenter gempa, yakni sekitar 80 kilometer dari Kathmandu. 
 
"Kami mengantisipasi akan adanya banyak kerusakan bangunan dan korban tewas," tambah Chapagain. 
 
Korban selamat terpaksa tidur di ruang terbuka walaupun diterpa cuaca dingin. Mereka mengaku lebih baik terkena udara dingin ketimbang tertimpa reruntuhan bangunan. 
 
Grup internasional lainnya juga berjuang keras menyalurkan bantuan di tengah kehancuran di Nepal. "Kami menyaksikan banyak pemandangan mengerikan. Pasien rumah sakit dirawat di lapangan terbuka, rumah dan bangunan hancur, serta jalanan retak dan terbuka lebar," tutur Eleanor Trichera, Koordinator Program Caritas Australia untuk Nepal. 
 
Eleanor dan petinggi grup internasional lainnya khawatir terputusnya aliran listrik akan semakin diperburuk ketiadaan air bersih. 
 
Pemerintah India, Tiongkok, Sri Lanka, Inggris dan lainnya juga sudah mulai berdatangan ke Nepal. Sementara Australia sudah menyatakan hendak menggelontorkan dana hingga Rp50 M untuk membantu korban gempa. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry juga sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu Nepal. 
 
Gempa 7,8 SR di Nepal juga memicu salju longsor di Gunung Everest, menewaskan sedikitnya 17 pendaki. Sekitar 100 pendaki berada dalam kondisi selamat, namun kesulitan turun karena aksesnya tertutup longsor.  Gempa ini merupakan yang terburuk melanda Nepal sejak 80 tahun terakhir. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan