Najib Razak Kembali Klaim Tidak Bersalah Terkait 1MDB
Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP).
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kembali mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang ditujukan padanya. Dia didakwa dengan 25 tuduhan, 21 diantaranya mengenai pencucian uang dan empat lainnya tentang penyalahgunaan kekuasaan.

"21 Dakwaan terkait pencucian uang, termasuk sembilan karena menerima uang ilegal, lima dakwaan untuk menggunakan uang ilegal, dan tujuh dakwaan untuk mengirimkan uang ilegal ke entitas lain," ucap Wakil Kepala Polisi Noor Rashid Ibrahim, dilansir dari Straits Times, Kamis 20 September 2018.

Sementara itu, jaminan telah ditetapkan sebesar 3,5 juta ringgit dan harus dibayar pada Jumat pekan depan, 28 September 2018. Dengan dakwaan tersebut, berarti Najib bisa menghadapi 15 tahun penjara dan denda tak kurang dari lima kali yang ditetapkan.


Dia 'ditampar' dengan tuduhan baru di Pengadilan Sesi Kuala Lumpur atas uang sebesar USD681 juta atau setara dengan Rp10,1 triliun ke rekening pribadinya. Uang tersebut diyakini berasal dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Wall Street Journal pada 2015 lalu yang melaporkan uang tersebut ke rekening Najib. Namun, Najib membantah melakukan kesalahan dan mengatakan uang tersebut sumbangan dari keluarga kerjaan Arab Saudi untuk dirinya.

Dalam penangkapan terbaru ini, jumlah uang yang ditranfer ke rekening pribadinya merupakan yang terbanyak sejak kasus 1MDB menyeruak.

Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) kembali menahan mantan Perdana Menteri Najib Razak terkait kasus 1MDB. Penahanan dilakukan Rabu kemarin pukul 16.13 waktu setempat.

Satuan tugas khusus (satgas) yang menyelidiki skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) telah membekukan 408 rekening bank milik puluhan individu dan perusahaan. Rekening yang dibekukan diduga terkait penyelidikan barang sitaan 1,1 miliar ringgit atau sekitar Rp3,8 triliun dalam skandal 1MDB.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id