Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) bersama pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam sebuah acara di Zhuhai, 23 Oktober 2018. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) bersama pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam sebuah acara di Zhuhai, 23 Oktober 2018. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)

Tiongkok Yakin Hong Kong Mampu Atasi Masalah Stabilitas

Internasional hong kong tiongkok Protes Hong Kong
Willy Haryono • 05 November 2019 08:15
Shanghai: Presiden Tiongkok Xi Jinping mengekspresikan "kepercayaan tingkat tinggi" kepada pemimpin Hong Kong Carrie Lam saat keduanya bertemu di Shanghai.
 
Pernyataan disampaikan Xi beberapa hari usai Partai Komunis Tiongkok sepakat mengganti metode dalam memilih atau menyingkirkan seorang pemimpin di Hong Kong.
 
Menurut laporan kantor berita Xinhua, Xi juga meminta Lam untuk melakukan "upaya-upaya efektif" dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Hong Kong. Ia juga menyarankan agar Lam menggelar dialog dengan semua sektor dan elemen di kota semi-otonom tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lam telah memimpin pemerintahan SAR dan melakukan tugasnya dengan baik. Ia terus berjuang untuk menstabilkan situasi dan memulihkan atmosfer sosial," tutur Xi, dilansir dar AFP, Selasa 5 November.
 
SAR adalah singkatan dari Special Administrative Region atau Wilayah Administrasi Khusus, yang merupakan status Hong Kong dengan Tiongkok sebagai pemerintah pusatnya.
 
Masih dari laporan Xinhua, Xi disebut "telah menyuarakan kepercayaan penuh terhadap Lam dan mengakui kerja keras yang telah dilakukannya bersama jajaran petinggi Hong Kong."
 
Hong Kong telah dilanda gelombang protes sejak lima bulan terakhir. Awalnya unjuk rasa dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang mengatur pengiriman tersangka kasus kriminal dari Hong Kong ke Tiongkok.
 
RUU Ekstradisi tersebut telah resmi dicabut, namun demonstrasi terus berlanjut dan meluas menjadi perjuangan menegakkan demokrasi di Hong Kong.
 
Sebagian besar demonstrasi berjalan relatif damai, namun cenderung berujung bentrok saat memasuki malam hari.
 
Tiongkok telah menerapkan kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem" terhadap Hong Kong. Kebijakan ini diterapkan usai Hong Kong diserahkan Inggris kepada Tiongkok di tahun 1997.
 
Meski mendapat hak otonom, banyak warga Hong Kong merasa Beijing secara bertahap terus mengikis kebebasan bersuara dan berpendapat, terutama setelah Xi Jinping menjadi presiden.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif