Mantan PM Malaysia Diinterogasi Terkait Pembelian Kapal Selam
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berulangkali diperiksa atas tuduhan korupsi. (Foto: AFP).
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Nazak diinterogasi atas pembelian dua kapal selam asal Prancis. Ini merupakan penyelidikan terbaru yang menyelimuti Najib sejak lengser.

Najib beserta istri dan sekutu kuncinya dihantam oleh sejumlah tuduhan sejak kekalahan pemilu yang mengejutkan awal tahun ini. Kekalahan Najib merupakan puncak kemarahan publik atas serangkaian skandal korupsi.

Sebagian besar tuduhan berasal dari skandal 1MDB di mana para pejabat utama diduga menjarah miliaran dari dana pemerintah untuk melakukan belanja di seluruh dunia.


Tapi penyelidikan terbaru berpusat pada kesepakatan kontroversial senilai 1,2 miliar dolar yang ditandatangani enam belas tahun lalu ketika Najib menjadi menteri pertahanan untuk membeli dua kapal selam kelas Scorpene.

"Najib sedang diperiksa berkaitan dengan pembelian dua kapal selam kelas Scorpene," kata seorang pejabat di dalam Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) yang akrab dengan penyelidikan yang sedang berlangsung, kepada AFP, Selasa 20 November 2018.

"Pada Senin, para pejabat MACC menginterogasi Najib selama empat jam atas kesepakatan itu," tambah petugas itu yang enggan disebutkan namanya.

Kesepakatan kapal selam telah lama terperosok dalam kontroversi. Pembuat kapal selam Prancis,-disebut DCNS,- diduga telah membayar lebih dari 114 juta euro (USD134 juta) dalam suap ke perusahaan cangkangl terkait dengan Abdul Razak Baginda. Razak Baginda adalah anggota keluarga Najib yang menengahi kesepakatan itu.

Perempuan yang dekat dengan Razak Baginda, Altantuya Shaariibuu, yang dikatakan menuntut bagian karena menerjemahkan selama negosiasi, ditembak mati dan tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak plastik kelas militer dekat Kuala Lumpur pada 2006.

Kasus itu tenggelam dari radar setelah pengadilan Malaysia pada 2008 membersihkan Razak Baginda dari kasus pembunuhan itu. Hal ini menyulut tuduhan yang dilakukan Razak Baginda merupakan cara untuk melindungi Najib.

Tapi kekalahan pemilihan Najib telah menghidupkan kembali minat dari badan anti-korupsi Malaysia. Pejabat MACC mengatakan Razak Baginda juga dapat dipanggil untuk membantu penyelidikan mereka atas pembelian kapal selam.

Penyelidikan Prancis sejak 2010 telah menyebabkan empat eksekutif Prancis yang terlibat dalam kesepakatan itu dituduh serta kasus pidana terbuka terhadap Razak Baginda. Baik Razak Baginda dan pemerintah Najib telah membantah melakukan kesalahan serta empat eksekutif Prancis.

Sejak itu DCNS telah mengubah namanya menjadi Naval Group. Ini adalah bagian yang dimiliki oleh negara Prancis dan oleh raksasa multinasional Prancis, Thales.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id