Tiongkok Sebut Tuduhan Soal Uighur Bersifat Politis
Etnis Uighur yang tinggal di Xinjiang, Tiongkok. (Foto: AFP)
Beijing: Tiongkok menyebut bahwa tuduhan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait penahanan satu juta lebih etnis Uighur di Xinjiang, bersifat politis. Sekali lagi, Tiongkok membantah adanya penahanan.

PBB pun telah melaksanakan Universal Periodic Review (UPR) terkait catatan HAM Tiongkok, terutama saat pemerintahan Presiden Xi Jinping.

Amerika Serikat, Kanada, Jepang dan beberapa negara lainnya menyerukan Beijing untuk segera mengatasi kekhawatiran yang berkembang atas perlakukan pemerintah terhadap Muslim di Xinjiang.


"Kami tidak menerima tuduhan yang bersifat politis, apalagi dari beberapa negara yang penuh dengan bias," kata Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Le Yucheng, dikutip dari South China Morning Post, Rabu 7 November 2018.

Hingga saat ini, tudingan Tiongkok menahan sekitar satu juta Uighur masih berhembus kencang. Disebutkan bahwa Uighur ditempatkan di dalam kamp rahasia di Xinjiang, di mana mereka menjalani 'pendidikan politik'.

Muslim Uighur yang mayoritas berasal dari Turki ini ditangkap dan ditahan karena dituduh berhaluan ekstrem, yang salah satu indikasinya adalah pernah mengunjungi satu dari 26 negara yang dianggap sensitif oleh Tiongkok.

Namun, pemerintah Beijing membantah laporan tersebut. Pemerintah menyangkal bahwa mereka bukan dipenjara, melainkan berada di pusat pelatihan kejuruan, salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas sosial di Xinjiang.
 




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id