Kapal nelayan yang berada di  Scarborough Shoal, Laut China Selatan (Foto: Reuters)
Kapal nelayan yang berada di Scarborough Shoal, Laut China Selatan (Foto: Reuters)

ASEAN dan Tiongkok akan Bentuk Protokol dan Hotline Communication

Internasional asean-tiongkok
Sonya Michaella • 03 September 2016 16:54
medcom.id, Manila: ASEAN dan Tiongkok akan membentuk hotline komunikasi dan juga protokol untuk menghindari bentrokan angkatan laut di Laut China Selatan.
 
Protokol tersebut akan ditandatangani pekan depan saat diselenggarakannya KTT ASEAN di Vientiane, Laos. Di situ, 10 negara anggota ASEAN akan bertemu dengan negara lainnya, yaitu Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, India, Rusia dan Amerika Serikat.
 
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (3/9/2016), mekanisme itu disebut sebagai Code for Unplanned Encounters at Sea atau CUES yang di mana akan menjadi suatu mekanisme baru antara ASEAN dan Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa pejabat di Filipina mengatakan bahwa ini adalah satu langkah yang akan meredakan ketegangan di Laut China Selatan.
 
Tiongkok mengklaim hampir keseluruhan dari perairan strategis tersebut di mana setiap tahunya kapal perdagangan senilai USD5 triliun melewati laut tersebut.
 
Selain Tiongkok, negara anggota ASEAN lainnya pun mengklaim Laut China Selatan, yaitu Filipina, Vietnam, Brunei Darusalam. Taiwan pun mengakui bahwa Laut China Selatan adalah miliknya.
 
"Mekanisme ini penting karena setiap 'kecelakaan' dapat menyebabkan konfrontasi besar dapat dihindari jika angkatan laut dan penjaga pantai berkomunikasi," ujar seorang komandan senior Angkatan Laut Filipina.
 
Sementara, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan Tiongkok sangat terbuka untuk pertemuan dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte selama KTT ASEAN di Laos.
 
Dikabarkan pula, Presiden Tiongkok, Xi Jinping akan menyambut Duterte ketika berkunjung ke Tiongkok.
 
Namun, desar-desus mengatakan bahwa Duterte tak akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Hal ini merujuk kepada kecaman PBB terkait dengan perang besar-besaran narkoba yang dilakukan Filipina di mana saat ini sudah menewaskan 2.000 orang.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif