Tiongkok mengakhiri kebijakan satu keluarga satu anak pada 2015. (Foto: AFP/Frederic J. Brown)
Tiongkok mengakhiri kebijakan satu keluarga satu anak pada 2015. (Foto: AFP/Frederic J. Brown)

Studi: Populasi Tiongkok 1,44 Miliar di Tahun 2029

Internasional politik tiongkok tiongkok
Willy Haryono • 06 Januari 2019 18:09
Beijing: Populasi warga Tiongkok akan mencapai 1,44 miliar di tahun 2029, sebelum nantinya negara tersebut memasuki periode penurunan jumlah populasi yang "tidak dapat dihentikan." Demikian studi terbaru dari China Academy of Social Sciences (CASS).

CASS mengimbau Tiongkok untuk menerapkan sejumlah kebijakan untuk menangani kelas pekerja dan orang lanjut usia. Jika jumlah kelas pekerja berkurang dan lansia bertambah, maka CASS memprediksi Tiongkok akan menerima "konsekuensi sosial dan ekonomi yang sangat buruk."

Data estimasi terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan populasi Tiongkok berada di angka 1,41 miliar. Pada 2015, negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu mengakhiri kebijakan satu keluarga satu anak untuk mengatasi kemungkinan merosotnya jumlah populasi di masa mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menurut CASS, seperti dilansir dari laman BBC, Minggu 6 Januari 2019, jumlah kelas pekerja di Tiongkok saat ini stagnan. Rendahnya tingkat kelahiran di Tiongkok juga diprediksi akan memperburuk masalah tersebut. Pada pertengahan abad ini, populasi Tiongkok diprediksi merosot hingga 1,36 miliar -- dengan tingkat penurunan jumlah pekerja hampir 200 juta.

Jika tingkat kelahiran di Negeri Tirai Bambu tetap rendah, maka populasi dapat berkurang ke angka 1,17 miliar di tahun 2065.

Studi juga memprediksi meningkatnya angka rata-rata ketergantungan, yakni kelas non-pekerja seperti lansia dan anak-anak. Meski diakhirinya kebijakan satu keluarga satu anak dapat mengatasi masalah dalam jangka panjang, namun untuk jangka pendek, hal itu hanya akan meningkatkan angka rata-rata ketergantungan.

Sejumlah estimasi menyebut jumlah populasi lansia di Tiongkok dapat mencapai 400 juta pada 2035, yang bertambah dari 240 juta tahun lalu.


(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi