Pelajar Indonesia Diminta Tunda Studi di Yaman
Kondisi di Yaman khususnya di Sanaa masih mencekam akibat perebutan kekuasaan pemerintah dengan Houthi. (Foto: AFP).
Jakarta: Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman mengimbau untuk semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin melanjutkan studi di Yaman, untuk menundanya sementara waktu. Imbauan ini juga merupakan instruksi dari Kementerian Luar Negeri RI.
 
"Mengingat perkembangan proses diplomatik antara Indonesia, Yaman dan Oman (negara perbatasan) terkait imigrasi belum sepenuhnya tersosialisasikan, maka kami mengimbau para WNI yang ingin berangkat ke Yaman melalui Oman, untuk menundanya," sebut pernyataan PPI Yaman, yang diterima Medcom.id, Jumat 26 Oktober 2018.
 
Selain itu, hingga saat ini belum ada edaran resmi pernyataan dari Oman tentang pencabutan larangan warga asing memasuki Yaman melalui perbatasan Oman.
 
PPI Yaman menyebutkan, penundaan ini akan dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan atau sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemerintah Oman dan Yaman.
 
"Hal ini perlu dilakukan untuk keamanan para calon pelajar asal Indonesia untuk masuk ke Yaman," lanjut pernyataan tersebut.
 
Awal bulan ini, ratusan pelajar Indonesia sempat tertahan tidak boleh melewati perbatasan Oman. Para pelajar tersebut telah tertahan di Salahah berhari-hari karena otoritas Oman melarang warga negara asing menyeberang ke Yaman lewat wilayahnya.
 
Sejak konflik dimulai pada 2014, Indonesia telah mengevakuasi dari berbagai wilayah di Yaman. Puncaknya terjadi pada 2015 di mana Indonesia mengirimkan tim khusus ke Yaman.
 
Saat itu, total 1.925 WNI berhasil dievakuasi melalui jalur darat, laut dan udara. Mulai 2015, Indonesia telah melarang WNI masuk ke Yaman. Larangan tersebut masih berlaku hingga sekarang.
 
Menurut data dari Kemenlu RI, hingga saat ini, terhitung masih ada 1.000 lebih pelajar Indonesia berada di Yaman.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id