Sejumlah penumpang yang mengenakan masker beraktivitas di area dek kapal Diamond Princess di Yokohama, Jepang, 16 Februari 2020. (Foto: AFP/BEHROUZ MEHRI)
Sejumlah penumpang yang mengenakan masker beraktivitas di area dek kapal Diamond Princess di Yokohama, Jepang, 16 Februari 2020. (Foto: AFP/BEHROUZ MEHRI)

Ratusan Warga AS Dievakuasi dari Diamond Princess

Internasional Virus Korona
Willy Haryono • 17 Februari 2020 10:59
Yokohama: Amerika Serikat mulai mengevakuasi dan memulangkan ratusan warga mereka dari kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang, Senin 17 Februari 2020. Pemulangan dilakukan saat jumlah korban tewas akibat virus korona Covid-19 mendekati 1.800 orang.
 
Diamond Princess telah dikarantina di pelabuhan Yokohama sejak 4 Februari, usai seseorang yang pernah naik ke kapal itu dinyatakan positif terjangkit korona. Selama masa karantina, yang diprediksi berakhir pada 19 Februari mendatang, total 355 orang di dalam kapal tersebut terjangkit korona.
 
Senin pagi, konvoi bus yang dikemudikan petugas berpakaian pelindung tiba di pelabuhan Yokohama. Bus-bus itu kemudian mengangkut warga AS yang dikeluarkan dari Diamond Princess. Mereka kemudian melewati semacam pos pemeriksaan paspor, namun tidak menjalani tes kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya senang dan siap pulang," tutur Sarah Arana, salah satu penumpang Diamond Princess, kepada AFP.
 
"Seharusnya Pemerintah AS mengintervensi lebih awal. Saya rasa Jepang kerepotan menangani karantina ini," sambung dia.
 
Terdapat sejumlah warga AS yang tidak ikut dalam program evakuasi pemerintah. Sebanyak 40 tidak bisa pulang karena dinyatakan positif korona, sementara sebagian lainnya mengaku ingin tetap tinggal karena masa karantina sudah hampir selesai.
 
"Kesehatan saya baik-baik saja, dan masa karantina sudah hampir berakhir. Kenapa saya harus naik bus dan pesawat dengan orang-orang yang mungkin saja terinfeksi," ungkap Matt Smith, yang memutuskan bertahan di Diamond Princess bersama istrinya.
 
Smith mengaku melihat seorang warga AS yang tidak mengenakan masker saat menyambut kedatangan konvoi bus. Ia menilai orang itu mungkin saja sudah terjangkit virus. "Dan saya harus satu bus dengan dia?" tanya Smith.
 
Empat puluh warga AS yang dinyatakan positif korona telah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Jepang.
 
Belum diketahui pasti apakah 40 warga AS itu termasuk dari 355 orang di Diamond Princess yang dinyatakan terjangkit korona oleh Pemerintah Jepang.
 
Sabtu kemarin, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa 400 warga AS yang ada di Diamond Princess akan diterbangkan pulang.
 
Sementara itu berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, angka kematian akibat virus korona di Tiongkok pada Senin ini mencapai 1.770 orang, dengan total infeksi 70.400.
 
Sementara kematian di luar daratan Tiongkok mencapai empat, yakni di Hong Kong, Filipina, Jepang dan Prancis. Untuk pasien sembuh, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat angkanya telah melampaui 9.000.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif