Polisi mengevakuasi warga dari pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota Korat, Thailand, Sabtu 8 Februari 2020. (Foto: AFP/THAI ROYAL POLICE)
Polisi mengevakuasi warga dari pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota Korat, Thailand, Sabtu 8 Februari 2020. (Foto: AFP/THAI ROYAL POLICE)

Pelaku Penembakan Massal di Thailand Tewas Ditembak

Internasional thailand
Arpan Rahman • 09 Februari 2020 13:10
Bangkok: Petugas gabungan polisi dan personel militer Thailand menyerbu pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota Nakhon Ratchasima untuk memburu Sersan Jakrapanth Thomma, pelaku penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 26 orang. Penembakan brutal pada Sabtu 8 Februari itu juga melukai sedikitnya 57 orang.
 
Baku tembak terjadi usai petugas masuk ke gedung Terminal 21. Pelaku akhirnya tewas ditembak, begitu juga dengan satu aparat keamanan lainnya. Dua petugas juga dikabarkan terluka dalam penyerbuan tersebut.
 
Otoritas Thailand meyakini sudah tidak ada lagi orang di dalam Terminal 21 usai kematian Thomma. Seluruh pengunjung juga telah dievakuasi sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan gambar dari kamera pengawas yang disiarkan saluran televisi Thai Rath, Thomma terlihat menggunakan senapan serbu dalam melancarkan aksinya. Media lokal lainnya menyebut Thomma datang ke Terminal 21 dengan menggunakan kendaraan militer.
 
Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand Kongcheep Tantrawanit mengatakan bahwa motif pelaku hingga kini masih menjadi sebuah misteri.
 
"Kami belum tahu mengapa dia melakukan ini," ucap Kongcheep, dikutip dari Sky News, Minggu 9 Februari 2020.
 
"Kelihatannya dia sudah gila," lanjut dia.
 
Menurut keterangan polisi lokal, Thomma awalnya mendatangi sebuah rumah di kota Nakhon Ratchasima, atau biasa juga disebut Korat. Dari sana ia menembak dua orang dan mencuri senjata api dari sebuah kamp militer untuk kemudian beraksi di Korat.
 
Ibu pelaku telah dibawa ke lokasi kejadian di Terminal 21. Ia diminta untuk membujuk sang anak agar mau menyerahkan diri.
 
Salah satu saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa ia dan beberapa orang lainnya bersembunyi di toilet lantai empat. Dari sana, mereka lari ke lantai dua dan bersembunyi di bawah meja restoran selama tiga jam sebelum akhirnya dievakuasi polisi.
 
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha telah menerima laporan mengenai penembakan ini, dan mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban tewas.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif