Seperti dikutip Reuters, Selasa (28/4/2015), banyak warga yang kesal atas lambannya respon pemerintah terhadap bencana. Mereka geram karena bantuan darurat berupa makanan, minuman, obat-obatan dan selimut, tak kunjung datang. Walaupun ada, jumlahnya terbatas.
"Pemerintah tidak melakukan apapun untuk kita," ucap Anil Giri, korban selamat yang mencari dua temannya di balik reruntuhan bangunan bersama 20 relawan lainnya.
"Kami membersihkan puing bangunan ini dengan tangan kosong kami sendiri," sambung dia kesal.
Sejumlah pejabat Nepal mengakui mereka kewalahan atas besarnya skala bencana. "Salah satu tantangan adalah pasokan bantuan," ucap Leela Mani Paudel, salah satu birokrat Nepal
"Kami meminta negara-negara asing memberikan kami bantuan darurat dan tim medis. Kami sangat mengharapkan lebih banyak bantuan untuk dapat keluar dari krisis ini," sambung dia.
Hingga sejauh ini, laporan resmi Nepal menyebut korban tewas akibat gempa mencapai 4.352 orang, dengan 8.063 lainnya terluka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News