Dua ular hidung pendek yang dikira punah ditemukan di pesisir barat Australia. (Foto: AFP/Grant Giffen)
Dua ular hidung pendek yang dikira punah ditemukan di pesisir barat Australia. (Foto: AFP/Grant Giffen)

Dua Spesies Ular yang Dikira Punah Ditemukan di Australia

Willy Haryono • 22 Desember 2015 12:39
medcom.id, Ashmore: Ilmuwan Australia mengumumkan penemuan dua spesies ular laut yang dikhawatirkan telah punah beberapa tahun di lepas pantai Australia Barat.
 
Ular laut hidung pendek dan ular laut berbentuk daun belum terlihat sejak menghilang dari habitat satu-satunya mereka di Ashmore Reef di Laut Timor, lebih dari 15 tahun yang lalu. Demikian ditulis peneliti James Cook University dalam jurnal Biological Conservation, seperti dikutip AFP, Selasa (22/12/2015).
 
Kedua ular itu "ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat" di Ningaloo Reef (ular laut hidung pendek) dan Shark Bay (ular laut berbentuk daun).

"Penemuan ini benar-benar menarik, kami mendapatkan kesempatan lain untuk melindungi dua spesies ular laut endemik  Australia Barat ini," kata penulis utama studi tersebut, Blanche D'Anastasi dalam sebuah pernyataan tentang dua spesies, diklasifikasikan otoritas Australia sebagai binatang terancam punah.
 
"Untuk melindungi mereka, kita perlu memonitor populasi serta melakukan penelitian untuk memahami biologi mereka dan ancaman yang mereka hadapi."
 
Universitas James Cook mengatakan ular laut hidung pendek teridentifikasi setelah petugas satwa liar mengirimkan foto dua ular kepada D'Anastasi pada April 2013.
 
Para ilmuwan mengaku "benar-benar terkejut" saat mereka menemukan populasi "baru dan signifikan" dari ular laut berbentuk daun di Shark Bay.
 
"Hilangnya ular laut dari Ashmore Reef tidak dapat dikaitkan dengan penjaringan dan tetap tidak terjelaskan," kata peneliti lain, Vimoksalehi Lukoschek.
 
Ular laut rentan tertangkap jaring pukat kapal penangkap udang. 
 
"Jelas kita perlu mengidentifikasi ancaman utama bagi kelangsungan hidup mereka untuk melaksanakan strategi konservasi yang efektif jika kita ingin melindungi populasi ini," tambah Lukoschek. (Nabila Gita)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan