Seorang siswi sekolah menengah mengangkat kedua tangan di hadapan polisi di distrik Sai Wan Ho, Hong Kong, 11 November 2019. (Foto: AFP/DALE DE LA REY)
Seorang siswi sekolah menengah mengangkat kedua tangan di hadapan polisi di distrik Sai Wan Ho, Hong Kong, 11 November 2019. (Foto: AFP/DALE DE LA REY)

Tiongkok Puji Sikap Menahan Diri Polisi Hong Kong

Internasional hong kong Protes Hong Kong
Willy Haryono • 12 November 2019 11:44
Hong Kong: Media nasional Tiongkok memuji sikap "menahan diri" yang ditunjukkan kepolisian Hong Kong dalam menangani gelombang unjuk rasa. Pernyataan disampaikan satu hari usai seorang demonstran terkena peluru tajam, dan satu warga Hong Kong terluka akibat dibakar seseorang tak dikenal.
 
Hong Kong kembali memanas saat aksi protes memasuki pekan ke-25 pada Senin 11 November.
 
Surat kabar Global Times menyemangati polisi Hong Kong agar tetap "tegar" dalam menghadapi massa. Beijing juga mengatakan bahwa Pasukan Pembebasan Rakyat -- nama dari pasukan bersenjata Tiongkok -- siap membela Hong Kong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika diperlukan, kami akan mendukung Anda semua sesuai dengan aturan Basic Law," tulis artikel di Global Times, merujuk pada nama dari konstitusi mini Hong Kong, Selasa 12 November 2019.
 
Tiongkok telah menyiagakan ribuan personel militer di kota Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong. Kehadiran mereka meningkatkan kekhawatiran sebagian warga Hong Kong, karena intervensi Tiongkok bisa terjadi sewaktu-waktu.
 
Sementara koran China Daily menilai polisi Hong Kong telah memperlihatkan sikap "menahan diri" dalam lima bulan terakhir. Menurut China Daily, sikap seperti itu kemungkinan mendorong para pengunjuk rasa untuk berbuat aksi kekerasan.
 
Mengenai penembakan peluru tajam, Global Times menilai polisi tersebut terpaksa melakukannya karena berada dalam situasi berbahaya. Global Times menyebut demonstran yang ditembak tersebut sebagai "penjahat."
 
Gelombang aksi protes di Hong Kong telah memasuki pekan ke-25. Demonstrasi dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang mengatur mengenai pengiriman tersangka kasus kriminal dari Hong Kong ke Tiongkok.
 
Unjuk rasa tetap berlanjut meski RUU Ekstradisi telah resmi dicabut. Gerakan para demonstran kini berbasis perjuangan menegakkan demokrasi di Hong Kong, yang dinilai mereka sudah semakin terkikis oleh pengaruh Tiongkok.
 
Sejauh ini, aksi unjuk rasa di Hong Kong telah menewaskan seorang pedemo. Korban tewas adalah mahasiswa bernama Alex Chow Tsz-lok. Ia meninggal dua pekan lalu, akibat terjatuh saat mengikuti demonstrasi di wilayah Kowloon.
 
Hong Kong adalah bekas koloni Inggris, yang sudah dikembalikan ke Tiongkok pada 1997 di bawah sistem "Satu Negara, Dua Sistem." Sistem tersebut menjamin otonomi Hong Kong.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif