ISIS Klaim Ledakan Ganda di Kabul
Grafik ledakan ganda di Kabul, Afghanistan, 30 April 2018. (Foto: AFP)
Kabul: Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri ganda di Kabul, Afghanistan, Senin 30 April 2018. Ledakan ganda tersebut menewaskan 21 orang, termasuk empat jurnalis.

Dalam pernyataan via situs propaganda Amaq, ISIS mengatakan militan pertamanya beraksi di markas badan intelijen Afghanistan. Sementara serangan kedua ditujukan kepada awak media yang bergegas ke lokasi ledakan pertama. 

ISIS Provinsi Khorasan, cabang dari grup tersebut di Afghanistan, mengklaim bahwa militannya telah berhasil "menyerang markas badan intelijen Afghanistan di Kabul."


"Pasukan keamanan, media dan sejumlah orang lain bergegas ke lokasi, dimana saudara kami menyerang secara tiba-tiba dan meledakkan rompi peledaknya," tambah ISIS di Amaq. 

ISIS menyebutkan pelaku peledakan pertama sebagai "Kaaka al-Kurdi," merujuk pada kemungkinan dirinya berasal dari wilayah Kurdi. Sementara pelaku kedua disebutkan sebagai Khalil al-Qurashi. 

Kementerian Kesehatan Afghanistan mengonfirmasi 21 orang tewas dalam ledakan, termasuk empat reporter. Dari kalangan media, salah satunya adalah fotografer senior AFP Shai Marai.

Juru bicara Kemendagri Afghanistan Najib Danish mengatakan, serangan terjadi sebelum pukul 08.00 pagi waktu setempat, di dekat markas badan intelijen Afghanistan. 

Serangan terjadi beberapa hari usai kelompok militan Taliban mendeklarasikan operasi tahunan musim semi mereka. Deklarasi tersebut dipandang sebagai bentuk penolakan Taliban terhadap tawaran dialog damai dari pemerintah. 

Dalam deklarasinya, Taliban bertekad memfokuskan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat dan "para agen intelijennya" beserta semua "pendukung internal."




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id