Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Joedha Nugraha. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Joedha Nugraha. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Tangani WNI Gabung ISIS, Aspek Kemanusiaan jadi Patokan

Internasional wni gabung isis
Marcheilla Ariesta • 05 Juli 2019 18:38
Jakarta: Pemerintah Indonesia mengedepankan aspek kemanusiaan dalam penanganan Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriah.‎Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan ‎WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Joedha Nugraha mengatakan pembahasan tengah dilakukan‎.
 
"Pemerintah Indonesia mengedepankan aspek kemanusiaan seraya memastikan aspek keamanan dan penegakan hukum," ucap Joedha, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.
 
“Pembahasan antarkementerian dan lembaga dipimpin oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan,” imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Joedha menolak membeberkan rincian jumlah WNI yang ada di kamp-kamp pengungsi di Suriah.
 
Beberapa bulan lalu, puluhan WNI dilaporkan berada di antara ribuan militan Islamic State (ISIS) yang berada di Suriah. Mereka diduga orang-orang terakhir dari kantong ISIS di Baghuz, Suriah.
 
Kemenlu kala itu mengatakan bagi WNI yang terlanjur bergabung dengan ISIS dan ingin kembali ke Indonesia, perlu proses panjang. Salah satunya prosesnya memverifikasi orang itu untuk mengetahui kewarganegaraannya.
 
Banyaknya WNI yang bergabung dengan kelompok militan ISIS kerap membuat pemerintah resah. Sejumlah WNI juga sempat pulang ke Indonesia usai berjuang ke Suriah.
 
Tetapi pihak Kemenlu RI menegaskan, jika ada WNI di Suriah yang pada akhirnya kembali pasti mendapat pengawasan sangat ketat dari pihak kepolisian. Hal tersebut yang bisa dilihat dari masing-masing per kasus.
 
Tak hanya itu, ada juga ratusan WNI yang masuk ke Suriah dengan cara melewati perbatasan Turki. Meski tak bisa mendapatkan visa di Indonesia, mereka biasanya mendapatkan visa di Malaysia.
 
Kemelut mengenai kembalinya mereka yang pergi ke Suriah untuk bergabung ISIS juga menyelimuti Inggris dan Amerika Serikat (AS). Baik petinggi dari kedua negara itu menolak warga yang akan kembali.
 
Kedua negara besar ini justru akan mencabut kewarganegaraan warganya yang pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif