Petugas mengevakuasi warga di tengah banjir di Date, Fukushima, Jepang, 13 Oktober 2019. (Foto: AFP/JIJI PRESS/STR)
Petugas mengevakuasi warga di tengah banjir di Date, Fukushima, Jepang, 13 Oktober 2019. (Foto: AFP/JIJI PRESS/STR)

Korban Topan Hagibis Bertambah Lagi, Capai 35 Orang

Internasional Topan Hagibis
Willy Haryono • 14 Oktober 2019 07:00
Tokyo: Jumlah korban tewas Topan Hagibis kembali bertambah meski angin ribut tersebut telah bergerak menjauhi wilayah Jepang pada Minggu 13 Oktober. Topan berkekuatan dahsyat itu telah memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Jepang bagian timur.
 
Dilansir dari AFP, Senin 14 Oktober 2019, Pemerintah Jepang mencatat ada 14 korban tewas sejauh ini, dengan 11 lainnya dinyatakan hilang. Namun sejumlah media lokal Jepang menyebutkan sedikitnya 35 orang tewas dan 11 masih hilang.
 
Lebih dari 100 ribu petugas penyelamat -- termasuk 31 ribu personel militer -- menggali material longsor untuk mencari korban selamat. Sebagian besar kematian terkait Hagibis di Jepang diakibatkan tenggelam di tengah banjir atau terkubur tanah longsor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Helikopter militer dan juga dari dinas pemadam kebakaran menyelamatkan satu per satu warga yang menanti pertolongan di atap rumah. Di Fukushima, sebuah penyelamatan berujung tragis setelah seorang perempuan jatuh dari tandu yang diangkat helikopter.
 
Di tempat lain, petugas yang menggunakan perahu karet mencoba mengevakuasi ratusan orang dari sebuah panti jompo di Kawagoe. Panti tersebut terendam banjir hingga ke lantai paling atas.
 
"Topan dahsyat telah menyebabkan kerusakan parah di Jepang bagian timur," kata juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga, usai Hagibis menjauhi daratan utama pulau Honshu.
 
Tayangan langsung media lokal memperlihatkan sebuah helikopter terbang di area tergenang banjir di prefektur Nagano. Banjir di area tersebut berasal dari luapan Chikuma setelah sungai tersebut diguyur hujan deras yang dibawa Hagibis.
 
Terdapat pula tayangan lainnya yang memperlihatkan sejumlah alat berat berusaha mengatasi genangan banjir di Nagano.
 
Suga mengatakan Topan Hagibis telah merusak banyak perumahan warga, namun ia berjanji proses perbaikan akan segera dilakukan.
 
Sekitar 376 ribu rumah di Jepang kehilangan aliran listrik, dan 14 ribu lainnya kehabisan air bersih usai Topan Hagibis menerjang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif