Pemimpin junta militer Thailand Prayut Chan-o-Cha. (Foto: AFP)
Pemimpin junta militer Thailand Prayut Chan-o-Cha. (Foto: AFP)

Junta Militer Thailand Sebut Rumor Kudeta Berita Palsu

Internasional thailand raja thailand
Arpan Rahman • 11 Februari 2019 16:57
Bangkok: Pemimpin junta militer Thailand Prayut Chan-o-Cha menilai rumor yang beredar mengenai kemungkinan terjadinya kudeta sebagai "berita palsu." Rumor ini dimulai sejak Putri Ubolratana Mahibol, kakak perempuan dari Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, berusaha mencalonkan diri sebagai perdana menteri untuk pemilihan umum bulan depan.
 
Putri Ubolratana berencana menjadi kandidat PM Thailand lewat partai Thai Raksa Chart. Namun pencalonannya kemungkinan besar dibatalkan setelah Raja Vajiralongkorn mengecamnya sebagai tindakan yang bertentangan dengan "tradisi dan adat istiadat" negara.
 
Baca:Raja Thailand Kecam Kakak Perempuannya yang Ingin Jadi PM

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini, keluarga kerajaan Thailand selalu menjauh dari urusan politik. Namun setiap perkataan kerajaan bersifat absolut, sehingga Partai Thai Raksa Chart pun mengaku akan mematuhi titah Raja Vajiralongkorn dan membatalkan pencalonan Putri Ubolratana.
 
Hari ini, Senin 11 Februari 2019, komisi pemilu Thailand akan mendiskusikan kasus partai Thai Raksa Chart. Beredar kabar KPU Thailand akan berusaha membubarkan partai tersebut, dengan menyebutkan bahwa penggunaan nama Putri Ubolratana sebagai calon PM bertentangan dengan konstitusi negara.
 
Di tengah proses penyelidikan kasus partai Thai Raksa Chart, rumor akan terjadinya kudeta terhadap Prayut, semakin menguat. Tagar #Coup atau kudeta sempat berada di deretan 10 besar di Twitter.
 
Namun Prayut, yang berada di balik penggulingan pemerintahan PM Yingluck Shinawatra pada 2014, berusaha meredam rumor itu dengan cepat.
 
"Rumor? Kami sedang menginvestigasi. Itu berita palsu," ujar Prayut saat ditanya mengenai spekulasi akan adanya kudeta, seperti dilansir dari kantor berita AFP.
 
Dalam sejarah Thailand, sebagian jenderal militer cenderung merancang kudeta. Tercatat sudah ada 12 kali kudeta sejak sistem monarki absolut di Thailand berakhir pada 1932.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif