Skandal 1MDB akan Masuk Pelajaran Sejarah Malaysia
Mantan PM Malaysia Najib Razak adalah tokoh sentral dalam skandal 1MDB. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur: Skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dan kleptokrasi akan menjadi bagian dari pelajaran sejarah Malaysia. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dr Maszlee Malik.

"Saya akan memastikan bahwa 1MDB dan kasus beberapa pemimpin yang 'merampok' negara ini akan dimasukkan dalam buku-buku sejarah. Sehingga generasi mendatang tidak akan membuat kesalahan yang sama," katanya, dikutip dari laman The Star, Senin 3 Desember 2018.

Pernyataan disampaikannya dalam menjawab pertanyaan tambahan dari anggota Parlemen Datuk Seri Ahmad Maslan di kantor Parlemen Malaysia. Saat itu, Ahmad bertanya apakah sejarah lokal diajarkan di sekolah swasta. 


Ahmad juga menanyakan berapa tahun harus berlalu sebelum suatu peristiwa dianggap bagian dari sejarah.

Maszlee sebelumnya mengatakan kepada anggota Parlemen bahwa Kementerian Pendidikan Malaysia tengah menyiapkan komite khusus. Tujuannya untuk meninjau dan memperbaiki buku-buku teks sejarah dan metode pengajaran subjek.

Dia menambahkan siswa menengah saat ini sedang diajarkan kurikulum sejarah yang diperkenalkan pada 2017.

Sementara itu, kasus 1MDB tengah membelit mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Dia kembali diperiksa Komisi Anti Korupsi Malaysia pada 18 November lalu.

Baca: Najib Dituding Rampas Uang Rakyat Rp24,3 Triliun

Najib sudah menghadapi hampir 40 tuduhan pengadilan soal korupsi, pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Semua tuduhan tersebut terkait dengan 1MDB.

Sementara itu, istrinya, Rosmah Mansor, dituduh melakukan dua korupsi proyek hibrida surya sekolah Sarawak senilai 1,25 miliar Ringgit atau setara dengan Rp4,3 triliun. Pelanggaran ini diduga dilakukan Rosmah antara Maret sampai April 2016.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id