Sebelumnya, AS telah mengirim pesawat B-52 Stratofortress untuk terbang di langit Korsel sebagai pertunjukan kekuatan militer terhadap Korut.
"Korsel dan AS sedang berkonsultasi mengenai tambahan pengiriman aset strategis ke Semenanjung Korea," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kim Min-seok dalam konferensi pers reguler di Seoul, seperti dilansir AFP, Senin (11/1/2016).
Sejumlah media AS dan Korsel berspekulasi bahwa kapal USS Ronald Reagan -- saat ini berada di Jepang -- dan juga pesawat bomber B-2 dan jet tempur F-22, adalah aset militer yang dimaksud.
Di bawah kerja sama AS dan Korsel, terdapat hampir 30 ribu prajurit Negeri Paman Sam yang disiagakan secara permanen di Korsel.
Selain pengumuman aset AS, Seoul juga mengumumkan larangan bagi warganya untuk bekerja di kawasan industri gabungan Kaesong, yang berjarak hanya beberapa kilometer dari perbatasan Korut.
Uji coba nuklir dinilai Korsel sebagai provokasi serius. Hal ini membuat Presiden Park Geun-hye telah memerintahkan agar siaran propaganda dengan pengeras suara ke arah Korut untuk dilanjutkan.
Rabu besok, Presiden Park dijadwalkan melakukan pidato televisi yang akan diikuti dengan konferensi pers. Belum diketahui apakah pidato serta konferensi pers ini terkait ketegangan terbaru dengan Korut atau bukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News