Masood Azhar (Foto:AFP)
Masood Azhar (Foto:AFP)

Pemimpin Teroris Pakistan Masuk Daftar Hitam PBB

Internasional terorisme konflik india-pakistan
Arpan Rahman • 02 Mei 2019 17:03
New York: Kemenangan diplomatik diraih oleh India setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Komite Sanksi 1267 akhirnya memasukkan peimimpin kelompok Jaish-e-Mohammed (JeM) yang bermarkas di Pakistan dalam daftar teroris. Hal ini dimungkingkan setelah Tiongkok mencabut veto terhadap proposal tersebut.
 
"Besar, kecil, semua bergabung bersama. Masood Azhar dimasukkan sebagai teroris dalam daftar sanksi PBB. Bersyukur untuk semua atas dukungan mereka," cuit Perwakilan Tetap India untuk PBB, Syed Akbaruddin, dikutip dari laman Kashmir Reader, Rabu 1 Mei 2019.
 
Perkembangan ini menyebabkan Azhar terkena pembekuan aset, larangan perjalanan, dan embargo senjata. Komite sanksi membuat keputusan secara konsensus antara para anggotanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2009, India mengusulkan proposal untuk memasukkan Azhar ke dalam daftar. Pada 2016 dan 2017, India bersama dengan AS, Inggris, dan Prancis mengajukan proposal serupa. Namun, Tiongkok mengeluarkan veto dalam tiga kesempatan tersebut.
 
Awal pekan ini, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang memberikan isyarat bahwa negaranya tidak akan menghalangi proposal terkait Azhar. Pemerintah Tiongkok percaya proposal tersebut diterima oleh banyak pihak. Mereka juga yakin isu ini dapat diselesaikan dengan baik.
 
Para diplomat di organ utama PBB telah memperingatkan bahwa negara anggota Dewan Keamanan yang bertanggung jawab mungkin terpaksa melakukan tindakan lain jika Tiongkok terus menghalangi langkah-langkah untuk menamakan Azhar sebagai teroris global.
 
Berdasarkan laporan media, proposal terbaru menyebut JeM bertanggung jawab atas serangan bunuh diri terhadap pasukan keamanan India di Pulwama pada 14 Februari di mana lebih dari 40 personel CRPF terbunuh.
 
Selain itu, proposal tersebut juga mencatat bahwa Azhar adalah mantan pemimpin kelompok teroris Harakat al Mujahadin yang gencar menyerukan para militan untuk berperang di Afghanistan.
 
Komite Sanksi menugaskan semua negara membekukan tanpa menunda dana dan aset keuangan lainnya atau sumber daya ekonomi dari individu dan entitas yang masuk dalam daftar hitam.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif