Seorang warga Thailand di Narathiwat memberikan suaranya dalam pemilu, 24 Maret 2019. (Foto: AFP).
Seorang warga Thailand di Narathiwat memberikan suaranya dalam pemilu, 24 Maret 2019. (Foto: AFP).

Prayut Chan-o-Cha Diperkirakan Kembali Pimpin Thailand

Internasional politik thailand thailand
Fajar Nugraha • 25 Maret 2019 08:16
Bangkok: Pemilihan umum yang berlangsung di Thailand masih memasuki tahap penghitungan suara. Tetapi Prayut Chan-o-Cha yang telah memimpin selama lima tahun terakir, diperkirakan akan kembali memimpin.
 
Baca juga: Pemilu Thailand Dimulai, Raja Vajiralongkorn Serukan Perdamaian.
 
Pemilu yang digelar pada 24 Maret ini disambut dengan antusiasme besar rakyat Thailand. Namun banyak yang meyakini bahwa hasilnya kemungkinan tidak akan mengakhiri perpecahan di masyarakat yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Negeri Gajah Putih berada di bawah pemerintahan militer usai kudeta 2014 lalu. Prayut kini maju sebagai calon perdana menteri melalui partainya, Palang Pracharat (PPRP). Jika menang, Prayut bisa melanjutkan transformasi dari pemimpin militer ke politisi seutuhnya.
 
Palang Pracharat (PPRP) tak disangka tampil lebih baik dari yang diharapkan, terutama di Bangkok, dan dengan keuntungan dari 250 senator yang dipilih sendiri oleh junta makin meningkatkan angka-angkanya Dia akan dengan mudah mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk mengklaim jabatan perdana menteri.
 
Ini adalah bagian dari perubahan sistem pemilihan yang lebih luas yang diperkenalkan oleh militer dalam upaya untuk mengalahkan partai oposisi yang lebih besar. Tetapi hal ini dianggap sebagai suatu tindakan yang dicap tidak adil dan tidak demokratis oleh para kritikus.
 
Palang Pracharat memiliki target hanya 126 kursi di majelis rendah untuk mengamankan jabatan perdana menteri. Jumlah tersebut diyakini bisadengan mudah dilampaui.
 
Namun tidak jelas apakah partai Prayut dapat mencapai angka untuk membentuk pemerintahan dan mengeluarkan undang-undang.
 
Hasil pendahuluan menunjukkan PPRP hampir menemui jalan buntu dengan partai Pheu Thai yang dikendalikan Thaksin Shinawatra. Pheu Thai akan berupaya membentuk pemerintah koalisi.
 
“Kami tidak ingin bertarung dengan siapa pun untuk mendapatkan kekuasaan. Kami akan dengan senang hati bekerja dengan pihak-pihak yang menolak untuk mendukung warisan kekuasaan junta militer dan Jenderal Prayut. Kami berharap 250 senator akan mengikuti kehendak rakyat, "kata kandidat utama perdana menteri Pheu Thai, Sudarat Keyuraphan, seperti dikutip AFP, Senin 25 Maret 2019.
 
Pheu Thai diperkirakan akan menggabungkan kekuatan dengan partai Future Forward (FWP). Partai ini dipimpin oleh miliuner kharismatik Thanathorn Juangroongruangkit yang disangka juga bisa mendulang suara.
 
FWP menyasar kepada suara muda Thailand dan sekitar 7 juta pemilih pemula. Di wilayah perkotaan partai ini membuktikan diri bisa meraih suara kuat dalam keikutsertaan pertama di pemilu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif