Pihak Republik menyuarakan beberapa ide untuk melawan langkah Obama untuk membuka hubungan komersial dan politik dengan Kuba. Ini termasuh menolak pendanaan pembukaan kembali Kedutaan Besar AS di Havana dan memblokir penunjukkan Dubes AS.
"Kami mencari segala macam kemungkinan pilihan," ujar Senator Partai Republik Marco Rubio, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/12/2014).
Namun pihak Gedung Putih memberikan perlawanan. Menurut pihak Gedung Putih dan beberapa ahli hukum, Obama memiliki kekuatan eksekutif untuk melibas larangan pembukaan usaha, transportasi dan perbankan, bahkan bila Kongres menolak.
"Langkah yang diambil oleh presiden merupakan langkah yang termasuk dalam otoritas eksekutif sebagai Presiden AS," tutur Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest.
"Presiden tidak terlalu khawatir dengan penolakan Republik," tegas Earnest.
Earnest menambahkam Gedung Putih bersedia untuk menerima kunjungan Presiden Kuba Raul Castro. Earnest sebelumnya mengatakan, Obama siap untuk melakukan kunjungan ke Havana.
Fidel Castro, kakak dari Raul, adalah pemimpin Kuba terakhir yang mengunjungi AS. Fidel saat itu berbicara di Dewan Hubungan Internasional pada 1959 dan berbicara di PBB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News