"Ini adalah panggilan yang tidak dapat dihindari. Najib dan saya sudah kenal sejak lama. Saya adalah sekretaris politiknya ketika dia menjadi menteri pemuda dan olahraga," ujar Zahid, seperti dikutip The Star, Rabu (29/7/2015).
Sebelumnya, PM Najib memecat Tan Sri Muhyiddin Yassin dari jabatan Wakil PM Malaysia. Ini adalah bentuk langkah reshuffle kabinet dari PM Najib, di tengah kasus dugaan korupsi yang diarahkan kepada dia.
Sementara penunjukkan dari Ahmad Zahid sebagai wakil pm sudah terendus sejak Selasa (28/7/2015). Saat itu Zahid menemani Najib memasuki ruangan kantor Perdana Menteri Malaysia untuk menyampaikan konferensi pers tentang perubahan kabinet.
Dengan wajah ceria, Zahid kemudian dikerubungi para jurnalis usai PM Najib mengumumkan kabinet baru. Namun Zahid mengaku tidak pernah mengharapkan apapun dari Najib, meskipun sudah bekerja sama dengannya sejak lama.
"Saya tidak pernah mengharapkan apapun, tetap Allah telah menentukan bahwa ini adalah jalan hidup saya," sebut Zahid.
"Ini adalah tanggung jawab yang harus diembannya sebagai warga Malaysia dan untuk Malaysia," tuturnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Malaysia ini meyakini keputusan Najib untuk memecat Muhyiddin, sangatlah sulit.
"Saya meminta rekan kabinet, Majelis Tinggi Umno, para pemimpin dan juga anggota koalisi Barisan Nasional untuk memberikan dukungan kuat kepada Najib," tegas Zahid.
PM Najib Razak merombak kabinetnya setelah ada dugaan kasus korupsi yang diarahkan kepadanya. Beberapa anggota kabinet pun dinilai bertindak terlalu berlebihan dalam kasus ini.
Kasus dugaan korupsi yang diarahkan kepada PM Najib, muncul setelah media Amerika Serikat (AS) the Wall Strett Journal menyebutkan bahwa dia menerima dana sebesar USD700 juta atau Rp9,3 triliun. Dana tersebut mengalir ke rekening pribadinya dari perusahaan pemerintah, 1Malaysia Development Berhard (1MDB).
Mengenai tuduhan korupsi itu, PM Najib suddah membantah keterlibatannya. Menurutnya ini merupakan sebuah sabotase politik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News