Korea Utara mengecam kehadiran pasukan Komando AS di Korea Selatan. Foto: AFP
Korea Utara mengecam kehadiran pasukan Komando AS di Korea Selatan. Foto: AFP

Korea Utara Kecam Komando AS di Korea Selatan

Internasional amerika serikat korsel-korut
Arpan Rahman • 24 Oktober 2019 18:06
Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengutuk kehadiran pasukan internasional di Korea Selatan (Korsel). Kutukan itu disampaikan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Disebutkan bahwa Komando PBB sebagai ‘entitas hantu’.
 
Media Voice of America melaporkan pada Rabu bahwa Korut menuntut pembongkaran Komando PBB, yang dipimpin oleh pasukan AS, selama pertemuan Komite Keenam Majelis Umum PBB.
 
Kim In Chol, sekretaris misi Korut ke PBB, mengatakan Komando AS adalah "entitas hantu yang hanya menggunakan nama AS, dan tidak ada hubungannya dengan AS," menurut laporan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kim juga menyebut mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, mengklaim Annan ‘memperjelas’ Komando PBB di bawah kendali AS dan karenanya "tidak berafiliasi dengan anggaran PBB."
 
Pada 2018, Kim juga menyerang Komando PBB, menyebutnya sebagai 'seperti monster', menurut layanan berita Korsel, News 1.
 
Disiarkan dari UPI, Kamis 24 Oktober 2019, diplomat Korut itu mengatakan Komando PBB harus dibongkar ‘sesegera mungkin.’
 

“Komando yang dipimpin AS diciptakan setelah adopsi Resolusi 1511 di Dewan Keamanan PBB pada 27 Juni 1950, dua hari setelah pecahnya Perang Korea 1950-53, dan berlalunya Resolusi 1588 pada 7 Juli 1950,” menurut News 1.
 
Pembentukan Komando memungkinkan bagi 21 negara anggota PBB untuk berperang di Korea bersama pasukan AS dan Korsel.
 
Baru-baru ini, Amerika Serikat telah berusaha untuk menyerahkan kendali operasional, atau OPCON, dari pasukan gabungan ke Korsel.
 
Seruan serentak AS untuk negosiasi ulang pembagian biaya militer dengan Seoul, yang sedang berlangsung, telah bertemu dengan oposisi dari para aktivis Korsel, sebuah perkembangan yang sedang dipantau di Korut.
 
Layanan propaganda Pyongyang, Uriminzokkiri, Selasa mengatakan permintaan AS untuk peningkatan lima kali lipat dalam pembagian biaya Korsel adalah ‘perampokan besar-besaran.’
 
Korut juga mengkritik Duta Besar AS untuk Seoul Harry Harris atas pernyataannya mengenai bagian biaya Seoul.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif