NEWSTICKER
Satu unit kapal angkutan resmi WNI dari Tawau, Negeri Sabah, Malaysia, tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu 2 Juli 2017. (Foto: Antara/M Rusman)
Satu unit kapal angkutan resmi WNI dari Tawau, Negeri Sabah, Malaysia, tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu 2 Juli 2017. (Foto: Antara/M Rusman)

Pemerintah Imbau ABK WNI Tidak Melaut di Sabah

Internasional wni wni disandera abu sayyaf
Marcheilla Ariesta • 21 Januari 2020 08:28
Jakarta: Kasus penculikan terhadap awak kapal Indonesia di perairan Sabah, Malaysia, kembali terjadi. Pemerintah Indonesia mengimbau para anak buah kapal asal Indonesia tidak melaut di wilayah perairan tersebut untuk sementara waktu.
 
Lima ABK Indonesia menjadi korban penculikan di wilayah Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Penculikan terjadi pada 16 Januari 2020 lalu, pukul 20.00 waktu setempat.
 
Indonesia menyesalkan terulangnya kembali kasus penculikan ini. Pasalnya, penculikan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf terus terjadi di wilayah yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah RI mengimbau kepada calon pekerja migran Indonesia untuk berangkat ke luar negeri sesuai prosedur dan untuk saat ini tidak berangkat bekerja sebagai awak kapal yang beroperasi di wilayah perairan Sabah," kata Kemenlu RI dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Selasa 21 Januari 2020.
 
Awalnya, dilaporkan delapan ABK WNI hilang beserta kapalnya. Namun, tiga orang dibebaskan bersama dengan kapal mereka. Sedangkan lima lainnya tetap disandera.
 
Laporan penculikan terhadap kedelapan WNI diterima aparat kepolisian maritim Lahad Datu pada Jumat kemarin, sekira pukul 13.17 waktu setempat. Setelah mendapatkan laporan, aparat kepolisian bergerak melajukan pencarian akhirnya melihat kapal bergerak dari arah Filipina memasuki perairan Malaysia.
 
Keberadaan kapal yang digunakan WNI tersebut terpantau radar Pos ATM Tambisan pada Jumat sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Aparat kepolisian maritim Lahad Datu menahan kapal tersebut sambil melakukan penggeledahan dan ditemukan tiga kru semuanya WNI.
 
Ketiga WNI yang ditemukan bersama kapalnya adalah Abdul Latif (37), Daeng Akbal (20) dan Pian bin Janiru (36).
 
Sedangkan lima rekannya yakni Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27) dan Edi bin Lawalopo (53) dipastikan disandera.
 
"Untuk mencegah terulangnya kasus penculikan, Pemerintah RI melalui Perwakilan RI di Kota Kinabalu dan Tawau mengimbau awak kapal WNI untuk tidak melaut karena situasi keamanan di perairan Sabah yang belum terjamin," imbau Kemenlu RI.
 
Kasus penculikan ini hanya berselang satu hari setelah pembebasan seorang ABK WNI dari penculikan yang dilakukan pada 23 September lalu. Muhammad Farhan, diselamatkan militer Filipina di Baranggay Bato Bato, Indanan Sulu, pukul 18.45 waktu setempat pada 15 Januari lalu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif