Bali Sempat Diguncang Gempa, BDF ke-11 Tetap Dibuka
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membuka Bali Democracy Forum ke-11 di Nusa Dua, Kamis, 6 Desember 2018. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Nusa Dua: Jelang pembukaan Bali Democracy Forum ke-11, getaran gempa mengguncang Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis, 6 Desember 2018. Tercatat, gempa mencapai kekuatan 5,7 magnitudo.

Berdasarkan keterangan dari BMKG, kekuatan gempa mencapai 5,7 magnitudo di 23 kilometer barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara kedalaman gempa mencapai 10 kilometer.

Suasana ruang pertemuan BNDCC sempat diwarnai rasa terkejut dari peserta pertemuan BDF ini. Tetapi selang beberapa kemudian, pembukaan forum demokrasi tahunan ini tetap berlangsung.


“Terasa sekali tadi guncangan gempanya,” ujar seorang jurnalis yang meliput kegiatan ini, di BNDCC, Nusa Dua, Kamis 6 Desember 2018.

Berdasarkan pantauan Medcom.id, delegasi-delegasi asing yang ikut serta dalam pertemuan BDF ini masih tetap berada di ruang pertemuan. Bahkan Presiden Nauru Baron Waqa tetap hadir dan duduk menikmati acara pembukaan BDF ke-11.

Pembukaan BDF ke-11 dengan tema ‘Democracy for Prosperity’ ini diwarnai dengan gelaran tarian khas Indonesia. Tari kecak menjadi suguhan dalam pembukaan yang diikuti dengan pidato pembukaan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Demokrasi harus memberikan kemakmuran kepada warga,” ujar Menlu Retno dalam pidatonya.

Retno memaparkan mengapa Indonesia memilih demokrasi sebagai jalur untuk mengembangkan diri. Bagi Menlu, Indonesia yakin akan menjadi jalan inklusivitaf dan pemeriksaan yang seimbang.

Pelaksanaan BDF tahun ini diikuti oleh sekitar 99 negara. Menlu Retno pun direncanakan untuk mengikuti delapan pertemuan bilateral hari ini.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id