"Barusan saya bincang sama JK, beliau bilang pemerintah akan bantu USD1 juta, itu bisa jauh lebih besar ditambah bantuan dari masyarakat," kata Ginanjar di Markas PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2015).
Namun, Ginanjar belum bisa memastikan bentuk bantuan yang disumbangkan. Yang jelas, kata dia, bantuan USD1 juta itu diluar alokasi obat-obatan.
"Bentuknya kita belum tahu, kalau di sewaktu di Jepang tidak dalam bentuk uang. USD1 juta itu diluar alokasi obat obatan," ungkap Ginanjar.
Presiden Joko Widodo, sebelumnya, mengimbau agar bantuan untuk korban bencana gempa bumi Nepal segera didisitribusikan. Menanggapi hal ini, PMI mengaku siap atas imbauan pemerintah itu
"Kita siap dan mendukung imbauan presiden yang minta sampai empat hari harus bantuan sudah berjalan," ujarnya
Dalam waktu dekat, PMI akan mengirim dua ahli untuk bergabung bersama tim assestment guna mengetahui bantuan apa yang dibutuhkan. Jika sudah diketahui, PMI akan mengrimkan tim bantuan. Rencananya, pemberangkatan dua ahli itu akan dilakukan satu atau dua hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News