PM Australia Tony Abbott berbicara ke hadapan awak media di gedung parlemen di Canberra - AFP / MARK GRAHAM
PM Australia Tony Abbott berbicara ke hadapan awak media di gedung parlemen di Canberra - AFP / MARK GRAHAM

Kepemimpinannya Dikritik, PM Australia Menolak Resign

Willy Haryono • 02 Februari 2015 17:35
medcom.id, Canberra: Perdana Menteri Australia Tony Abbott menegaskan dirinya tidak mempertimbangkan mundur dari jabatannya. Kepemimpinan Abbott dipertanyakan atas sejumlah kebijakan kontroversial, termasuk memberikan gelar Ksatria Australia pada Pangeran Philip asal Britania Raya.
 
Abbott dikritik tajam setelah memberikan gelar Order of Australia pada Pangeran Philip sebulan lalu. Langkah ini membuat sebagian warga Australia geram, karena mereka ingin memisahkan diri dari monarki Kerajaan Inggris dan menjadi negara republik.
 
Saat ditanya reporter apakah dirinya akan resign, Abbott menjawab, "tidak" -- tapi mengakui: "saya mungkin terlalu berlebihan dalam penghargaan (gelar ksatria)."

"Saya telah mendengarkan, belajar dan bertindak," ungkap Abbott, merujuk pada reaksi publik atas berbagai kebijakannya, seperti dikutip AFP, Senin (2/2/2015).
 
Abbott bersikukuh dirinya adalah orang yang tepat untuk memimpin Australia. Berdasarkan poling Fairfax-Ipsos, popularitas Abbott di kalangan warga Negeri Kanguru merosot dari 39 persen ke 34 persen. Sementara rivalnya, Bill Shorten dari partai Buruh, meningkat menjadi 50 persen.
 
"Saya tidak pernah terjun ke dunia politik untuk menjadi populer," tegas Abbott.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan