Pelapor Khusus Hak Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Hilal Elver (kanan) (Foto: Sonya Michaella).
Pelapor Khusus Hak Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Hilal Elver (kanan) (Foto: Sonya Michaella).

Implementasi Serius Ketahanan Pangan Masih Dibutuhkan Indonesia

Internasional ketahanan pangan indonesia-pbb
Sonya Michaella • 18 April 2018 14:46
Jakarta: Indonesia dinilai memperlakukan ketahanan pangan dan gizi sebagai prioritas nasional. Hal ini diungkapkan oleh Pelapor Khusus Hak Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Hilal Elver, yang menilik kondisi pangan Tanah Air selama 10 hari.
 
(Baca: Pemerintahan Jokowi Dinilai PBB Berhasil Prioritaskan Ketahanan Pangan).
 
"Pemerintah Indonesia tidak hanya memperlakukan ketahanan pangan dan gizi sebagai prioritas nasional tapi juga memperkuat pembangunan pedesaan dan pertanian," kata Elver dalam konferensi pers di Kantor Perwakilan PBB di Jakarta, Rabu 18 April 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Indonesia telah memiliki berbagai kebijakan untuk meningkatkan produksi pangan secara kuantitatif dan kualitatif, dengan mengandalkan teknologi modern.
 
"Saya juga lihat bahwa Indonesia punya rehabilitasi sistem irigasi, pengembangan lahan rawa dan pasang surut serta rehabilitasi hutan," lanjut dia.
 
Kendati demikian, Elver juga memiliki sejumlah rekomendasi untuk Indonesia. Rekomendasi ini nantinya akan dipresentasikan di Dewan Komisaris HAM PBB pada 2019 mendatang.
 
"Masih ada kendala di penerapan undang-undang, tapi saya yakin ini bisa dicapai di masa yang akan datang jika diberi waktu yang cukup, sehingga Pemerintah Indonesia bisa memenuhi pangan masyarakat secara utuh," ujar dia.
 
Yang paling penting, kata dia, adalah implementasi serius dari UU tersebut. Bahkan, Elver menilai bahwa regulasi UU di Indonesia soal ketahanan pangan sudah cukup baik.
 
Ia menambahkan, komitmen Indonesia dinyatakan dari pengadopsian kebijakan baru dan pemberlakuan UU yang sesuai. Namun, Indonesia harus benar-benar bisa mengatasi seluruh tantangan yang ada di dalam UU tersebut.
 
Sebagai negara berkembang dengan berpenghasilan menengah, produksi beras di Indonesia meningkat 14 persen dan jagung 47 persen dari 2014 hingga 2017.
 
Peringkat Indonesia dalam indeks ketahanan pangan global berada di posisi 74 pada tahun 2015, posisi 71 pada tahun 2016 dan 69 pada tahun 2017 dengan laju peningkatan yang stabil.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif