11 Senator AS Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
Kyaw Soe Oo (kiri) dan Wa Lone dijatuhi masing-masing tujuh tahun hukuman penjara oleh Myanmar. (Foto: AFP)
Washington: Setidaknya 11 Senator Amerika Serikat (AS) yang berasal dari Partai Demokrat dan Republik mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menerapkan sanksi ekonomi kepada Myanmar, terlebih setelah Myanmar memenjarakan dua wartawan kantor berita Reuters.

11 Senator AS tersebut mengirimkan surat kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Mereka mendesak agar Pompeo dapat bertindak untuk membebaskan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

"Kami prihatin mengenai dua kasus wartawan kantor berita Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo yang dijatuhi hukuman selama tujuh tahun tanpa alasan yang jelas," tulis surat tersebut, dikutip dari AFP, Rabu 12 September 2018.


Surat desakan tersebut ditandatangani oleh enam Senator Demokrat dan lima Senator Republik.

Bulan lalu, Pompeo yang sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Myanmar Kyaw Tin, disebut-sebut juga sempat mengangkat kasus ini. Pompeo menyerukan pembebasan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

Baca: Jurnalis Indonesia Tuntut Pembebasan 2 Wartawan Myanmar

Selain itu, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap empat komandan militer dan polisi Myanmar atas tuduhan melakukan pembersihan etnis terhadap Rohingya di Rakhine.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dijatuhi hukuman masing-masing tujuh tahun penjara dengan dakwaan membocorkan rahasia negara.
 
Padahal, mereka yang ditangkap pada Desember 2017 ini sedang menulis laporan penyelidikan tentang pembantaian Rohingya di Rakhine.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menuduh militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal, perkosaan dan pembakaran yang dinilai dapat dikategorikan sebagai "pembersihan etnis."
 
Myanmar menyangkal sebagian besar tuduhan. Tetapi mengakui telah terjadi pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Rohingya oleh militer dan sekelompok warga lokal di desa Inn Din.
 
Hingga saat ini, akses media independen masih sangat dibatasi di Rakhine, meskipun ada beberapa wartawan asing yang diperbolehkan masuk dengan pengawalan ketat dari pemerintah serta militer Myanmar.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id