Terduga Korupsi 1MDB Sembunyi di Thailand Harapkan Kemenangan Najib
Low Taek Jho atau biasa dikenal sebagai Jho Low adalah sosok yang disebut sebagai pemilik kapal pesiar Equanimity (Foto: Malaysia Kini).
Kuala Lumpur: Low Taek Jho atau biasa dikenal sebagai Jho Low adalah sosok yang disebut sebagai pemilik kapal pesiar Equanimity yang ditahan di Bali, Februari 2018 lalu.

(Baca: FBI-Mabes Polri Sita Yacht Hasil TPPU Internasional).
 
Pengusaha kelahiran Penang ini diduga berada di balik skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Hingga saat ini belum diketahui keberadaan Low.
 
Namun surat kabar Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Low berada di Phuket, Thailand beberapa hari sebelum Pemilu Malaysia 2018.
 
"Tetapi, ketika hasil pemilihan tidak mendukung Najib Razak, Low meninggalkan Thailand dan tidak dapat terdeteksi keberadaannya," sebut laporan WSJ itu, seperti dikutip Malaysia Kini, Senin 21 Mei 2018.
 
Menurut laporan itu, Low yakin bahwa ia dapat berlayar dengan bebas di balik pengawasannya atas investigasi skandal 1MDB. Sementara oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyebutkan bahwa dirinya 'berpesta di sekitar Asia.'
 
"Low tidak takut dan berpesta pada bulan Februari dengan teman-teman selebriti di Makau," imbuh laporan itu.
 
"Dia menyelenggarakan pesta ulang tahun untuk rekannya, Eric Tan, yang menurut DOJ juga terlibat dalam skandal 1MDB, pada Februari di hotel di Makau," kata seorang sumber yang dekat dengan organisasi itu.
 
Skala pestanya pun cukup besar. Diketahui musisi hip-hop Swizz Beats dan penyanyi Nicole Scherzinger juga terbang khusus ke pulau itu untuk menghibur mereka.
 
"Dia berada di Phuket pada Mei ini karena mengharapkan kemenangan Najib, sekutunya," kata sumber itu.
 
"Namun melihat perkembangan terbaru yang tidak lagi menguntungkannya, Low mulai meninggalkan Thailand dan mengambil sikap yang lebih hati-hati, "kata laporan itu.
 
Menurut DOJ, setidaknya 4,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp48 miliar diselewengkan dari 1MDB termasuk melalui sistem keuangan AS dan pihaknya telah memulai tindakan hukum untuk mendapatkan kembali dana tersebut. WSJ sebelumnya melaporkan dana 2,6 miliar ringgit Malaysia atau sekitar Rp9,2 triliun yang ada di akun pribadi Najib, yang diduga dari 1MDB.
 
Tetapi mantan perdana menteri membantah melakukan pelanggaran dan mengatakan uang itu berasal dari donor Arab Saudi dan mengklaim bahwa beberapa dari mereka telah dikembalikan. Jaksa Agung Tan Sri Mohamed Apandi Ali juga membebaskan Najib dari tuduhan korupsi 1MDB.

 




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id