Seorang pria memasang sejumlah poster para kandidat oemilu di masa kampanye di Dhaka, Bangladesh, 21 Desember 2018. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)
Seorang pria memasang sejumlah poster para kandidat oemilu di masa kampanye di Dhaka, Bangladesh, 21 Desember 2018. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)

Kekerasan Jelang Pemilu di Bangladesh Lukai 100 Orang

Internasional bangladesh
Willy Haryono • 26 Desember 2018 20:03
Dhaka: Sedikitnya 100 orang terluka dalam gelombang kekerasan politik di Bangladesh menjelang pemilihan umum pada akhir tahun ini. Ribuan prajurit telah dikerahkan ke seantero negeri untuk mengamankan jalannya pemilu, di mana Perdana Menteri Sheikh Hasina berniat melanjutkan kepemimpinannya ke periode ketiga.

Kubu oposisi menduga pemilu kali ini berpotensi dilanda kecurangan, dengan salah satu indikasinya adalah penangkapan sejumlah tokoh dan aktivis. Namun pemerintah Bangladesh menegaskan pemilu akan berlangsung adil dan terbuka.

Seperti dilansir dari kantor berita Sky News, Rabu 26 Desember 2018, gelombang kekerasan antar dua kubu, yakni pendukung Liga Awami melawan simpatisan beberapa partai oposisi, terus terjadi di berbagai lokasi. Bentrokan yang terpantau cukup parah terjadi di beberapa distrik di Cox's Bazar, Mymensingh, Chittagong dan Sylhet. Otoritas setempat menyebut sekitar 100 orang terluka dalam sejumlah bentrokan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Aliansi oposisi utama di Bangladesh menuduh Kepala Komisi Pemilihan Umum Bangladesh bersikap bias dan berat sebelah. Oposisi mendesak PM Hasina untuk  Pekan kemarin, organisasi Human Rights Watch mengingatkan bahwa "kondisi politik represif" di Bangladesh dapat berimbas pada kredibilitas pemilu.

"Untuk memastikan pemilu berjalan sesuai standar internasional, polisi dan komisi pemilu harus bisa membuktikan bukan merupakan perpanjangan tangan partai berkuasa," tutur Brad Adams, Direktur HRW cabang Asia.

Kedua kubu saling menyalahkan atas meletusnya banyak bentrokan dalam beberapa pekan terakhir. Dari enam orang yang tewas dalam kekerasan sejauh ini, dua adalah anggota Liga Awami.

Surat kabar The Daily Star melaporkan sekitar 250 tokoh oposisi telah ditangkap pemerintah Bangladesh sejak Senin kemarin. Jubir kubu oposisi Mirza Fakhrul Islam Alamgir mengatakan pertemuan antara pihaknya dengan KPU Bangladesh terkait tuduhan serangan dari partai penguasa tidak menemui titik temu.

Pemilu di Bangladesh dijadwalkan digelar pada 30 Desember mendatang.


(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi