Etnis Uighur di Australia Tuduh Diawasi oleh Tiongkok
Warga Uighur di Tiongkok kerap diperlakukan tidak adil. (Foto: AFP).
Canberra: Warga Uighur yang tinggal di Australia menuduh Tiongkok memakai taktik pengawasan. Tujuannya untuk membungkam komunitas Uighur dan menghentikan mereka berbicara tentang apa yang terjadi pada keluarganya di Tiongkok.
 
Kelompok warga Uighur ini mungkin telah melarikan diri dari pengintaian negara, tetapi bagi mereka yang tinggal di Australia berkata mereka masih di bawah pengawasan Pemerintah Tiongkok.
 
Presiden Asosiasi Turkestan Timur Australia, Nurmuhammad Majid, mengatakan banyak anggota masyarakat yang takut dan mengaku kepadanya bahwa mereka telah menerima panggilan telepon dan pesan Whatsapp dari orang-orang yang mengaku sebagai "polisi keamanan Tiongkok".
 
"Warga Uighur di Australia menerima berbagai cara ancaman atau tekanan oleh pemerintah Tiongkok," katanya pekan ini.
 
"Mereka menerima panggilan langsung, mereka ditekan dengan kekerasan atas anggota keluarga di negara asal kami," tegasnya, seperti dilansir dari SBS News, Minggu 28 Oktober 2018.
 
Satu orang Uighur yang tinggal di Melbourne, yang tidak menyebutkan namanya, mengatakan ia mulai menerima serangkaian pesan sekitar sebulan lalu. Ini terjadi setelah pejabat Pemerintah Tiongkok meminta ibunya menyerahkan nomor teleponnya.
 
"Saya memberikan nomor telepon saya kepada ibu dan kemudian setelah itu, keesokan harinya, saya sudah dihubungi oleh agen keamanan di luar negeri lewat Whatsapp," katanya.
 
"Mereka bertanya tentang informasi pribadi saya, orang itu bertanya tentang CV saya, apa status saya di negara ini, apa yang saya lakukan, ke mana saya akan pergi, di mana saya tinggal," cetusnya.
 
Orang Uighur adalah minoritas Muslim Turki yang sebagian besar berbasis di Provinsi Xinjiang di barat laut Tiongkok. Jumlah mereka mencapai 45 persen dari populasi Xinjiang.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id