Pengeboman yang terjadi di Sri Lanka menewaskan lebih dari 250 orang, termasuk 45 warga asing. (Foto: AFP).
Pengeboman yang terjadi di Sri Lanka menewaskan lebih dari 250 orang, termasuk 45 warga asing. (Foto: AFP).

Pejabat AS Meninggal Setelah Dirawat Akibat Bom Sri Lanka

Internasional Ledakan Sri Lanka
Arpan Rahman • 09 Mei 2019 18:08
Kolombo: Seorang pejabat Amerika Serikat terluka parah dalam serangan teror Minggu Paskah di Sri Lanka meninggal pekan ini.
 
Chelsea Decaminada, spesialis program internasional di Kementerian Perdagangan AS di Sri Lanka untuk penugasan, meninggal Senin akibat cedera yang diderita akibat serangan bom bunuh diri 21 April di tiga hotel dan tiga gereja Kristen di seluruh negeri itu. Demikian Duta
Besar AS untuk Sri Lanka Alaina Teplitz dikonfirmasi pada Rabu.
 
"Kami berduka atas kehilangan Chelsea Decaminada, yang menyerah setelah perjuangan yang gagah berani untuk cedera dari serangan," kata Teplitz dalam tweet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Doa kami bersama keluarganya. Kami memberi hormat kepada Chelsea -- dan semua yang hilang dan terluka -- bermitra dengan Sri Lanka dan negara-negara di seluruh dunia untuk membawa persatuan dalam menghadapi terorisme," cuitnya, dikutip dari laman UPI, Kamis 9 Mei 2019.
 
Menteri Perdagangan Wilbur Ross yang pertama mengumumkan kematiannya pada Selasa, mengatakan di Twitter, "menjadi harapan besar kami bahwa Chelsea akan pulih dari cedera."
 
Dalam sebuah pernyataan, Ross mengatakan Decaminada adalah spesialis program yang berbakat dalam program pengembangan hukum Kementerian Perdagangan.
 
"Chelsea mengabdikan hidupnya untuk pelayanan publik dan dedikasi serta semangatnya adalah model bagi kita semua di Kemendag AS," katanya. "Dia melayani negaranya dengan istimewa."
 
Dia mengatakan ketika mereka berduka atas kematiannya, mereka akan terus memerangi terorisme. Mendiang adalah orang kedua dari Washington yang tewas dalam serangan bom bunuh diri yang diklaim bertanggung jawab oleh kelompok Islamic State (ISIS) tetapi telah dikaitkan dengan organisasi teroris National Thawheed Jammath (NTJ).
 
Kieran Shafritz de Zoysa, seorang siswa kelas lima di Sidwell Friends School, sedang cuti untuk belajar di Sri Lanka, rumah asal ibunya, ketika ia meninggal dalam ledakan itu, NBC News melaporkan.
 
Remaja berusia 11 tahun itu sedang makan pagi di Hotel Cinnamon Grand di Kolombo ketika diserang oleh seorang pengebom bunuh diri. UNICEF mengatakan sedikitnya 45 anak tewas dalam serangan tersebut.
 
Pihak berwenang Sri Lanka mengatakan semua yang bertanggung jawab atas serangan itu telah ditangkap atau dibunuh. Lebih dari 250 orang, termasuk 45 orang asing, tewas dalam serangan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif