Delapan Pertemuan Dilakukan Menlu Retno di Sela BDF XI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membahas isu demokrasi dengan mahasiswa. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Nusa Dua: ‘Democracy for Prosperity’, inilah tema yang akan diangkat dalam pelaksanaan Bali Democracy Forum ke-11. Sebuah tema yang menggali sejauh mana demokrasi bisa membawa kemakmuran bagi warga.

Selain pertemuan BDF, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa tamunya.

“Ada delapan pertemuan bilateral yang akan dilakukan oleh Menlu hari ini,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kamis 6 Desember 2018.


Delapan pertemuan bilateral itu dilakukan bersama Menlu Brunei Darussalam Setia Haji Erywan, Menlu Australia Marise Payne, Menlu Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighle, Menteri Isu Pasifik Selandia Baru Aupito Tofae Su'a William Sio dan Menlu Papua Nugini Rimbik Pato serta Wakil Menlu Singapura Tan Wu Meng dan Wakil Menlu Italia Manlio di Stifano. Turut serta dalam bilateral adalah Wakil Menlu Venezuela Ruben Dario Molina.

Sebelumnya pada Rabu 5 Desember, Menlu Retno menyempatkan diri melakukan dialog santai dengan 138 mahasiswa dari 57 negara dalam Bali Student Conference ke-2. Dialog ini membahas tentang peran demokrasi bagi pemuda.

Baca juga: Pemuda Harus Yakin Kekuatan Demokrasi beri Kemakmuran.

Menlu menambahkan bahwa demokrasi harus secara inklusif. Nilai demokrasi harus dipupuk di dalam hati sejak masa muda.

“Apakah demokrasi membawa kemakmuran? Berdasarkan pengalaman RI. Bentuk inklusif dari demokrasi bisa meningkatkan kemampuan ekonomi. Persiapkan diri kalian dengan baik,” tutur Menlu Retno kepada mahasiswa.

Menurut Menlu, harus dipikirkan pula bagaimana anak muda dapat berkontribusi terhadap demokrasi. Disinilah patut dibicarakan mengenai masalah nilai dari sejak awal dalam artian bahwa sejak muda maka perlu ditanamkan nilai yang baik antara lain mengenai masalah demokrasi mengenai masalah toleransi dan sebagainya karena demokrasi akan bisa berjalan kalau setiap pihak juga menghargai perbedaan karena namanya demokrasi masing-masing orang punya pendapat.

Pelaksanaan BDF tahun ini diikuti oleh sekitar 99 negara dan Presiden Nauru Baron Waqa akan turut hadir dalam pertemuan ini, diikuti tujuh level menteri dan empat level wamenlu yang menjadi tamu pertemuan BDF kali ini.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id