Jepang tambah kekuatan militer dengan jet tempur F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat. (Foto: AFP).
Jepang tambah kekuatan militer dengan jet tempur F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat. (Foto: AFP).

Tambah Kekuatan, Jepang Akan Beli 45 Jet Tempur AS

Internasional politik jepang militer jepang
Fajar Nugraha • 19 Desember 2018 07:07
Tokyo: Kekuatan udara Jepang akan bertambah dengan rencana pembelian jet tempur baru. Negeri Sakura berencana menambah kekuatan udara mereka dengan membeli jet tempur siluman atau biasa dikenal dengan stealth.
 
Adapun jenis jet tempur yang akan dibeli oleh Jepang adalah F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat (AS). Selain itu pasukan bela diri Jepang juga akan menambah peluru kendali serta peralatan militer selama lima tahun ke depan.
 
Jet tempur F-35 Lightning II yang akan dibeli oleh Jepang mencapai 45 pesawat. Rencana pembelian pesawat buatan Lockheed Martin Corp, mencapai senilai USD4 miliar. Pembelian ini menambah 42 jet yang sudah dipesan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pesawat-pesawat baru yang akan dibeli itu mencakup 18 unit F-35BLightning II, yang bisa terbang dengan landasan pacu pendek dan mendarat secara vertikal (STOVL). Para perencana ingin mengerahkan jet-jet tempur itu di kepulauan Jepang di sepanjang Laut China Timur.
 
Rencana ini dikeluarkan oleh Jepang untuk menghadapi kekuatan militer Tiongkok di Pasifik. Hal ini jelas disebutkan dalam dua dokumen baru yang dikeluarkan oleh Negeri Matahari Terbit.
 
Ini merupakan indikasi dari sikap Jepang yang berupaya mengimbangkan kekuatan di kawasan, menyikapi meningkatnya kekuatan militer Tiongkok. Kemudian juga kebangkitan Rusia yang bangkit menekan AS, turut menjadi perhatian.
 
“Tidak dipungkiri lagi, Amerika Serikat masih negara kuat di dunia. Tetapi kami tidak bisa mengabaikan kompetisi strategis dengan Tiongkok dan Rusia. Kedua negara itu menjadi ancaman tata regional,” demikian isi program pertahanan 10 tahun yang disahkan pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Selasa, 18 Desember 2018.
 
“Amerika Serikat, kemudian Tiongkok, Korea Utara dan Rusia, merupakan negara-negara yang paling mempengaruhi pemikiran militer terbaru Jepang,” menurut program tersebut, yang dikutip dari Japan Times, Rabu 19 Desember 2018.
 
Apa yang dilakukan oleh Jepang ditanggapi oleh Tiongkok. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, mengatakan Jepang ‘menyanyikan lagu lama’ dan membuat ‘keterangan tanpa perkiraan ke depan’ mengenai kegiatan-kegiatan pertahanan normal Tiongkok.
 
"Jepang melakukan tindakan tidak kondusif bagi upaya memperbaiki dan mengembangkan hubungan Tiongkok-Jepang, dan juga bagi citra lebih luas dari stabilitas dan perdamaian regional," kata Hua.
 
“Tiongkok menyatakan ketidakpuasaan dan menentang atas hal ini dan sudah menyampaikan protes keras kepada Jepang," imbuh Hua.
 
Rusia yang menjadi sekutu dari Tiongkok terus mengawasai pertahanan udara Jepang. Negeri Beruang Merah mengatakan bahwa pihaknya membangun barak-barak baru bagi tentara di kepulauan menjadi sengketa dengan Jepang. Rusia juga akan membangun fasilitas bagi kendaraan lapis baja. Keputusan tersebut menimbulkan protes diplomatik dari Tokyo.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif