Menlu Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019. (Foto: Fajar Nugraha)
Menlu Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019. (Foto: Fajar Nugraha)

Mulai 2019, AHA Centre dan ASEAN Bantu Repatriasi Rohingya

Internasional asean aha centre
Sonya Michaella • 09 Januari 2019 18:01
Jakarta: Memasuki tahun 2019, dukungan Indonesia terhadap ASEAN akan ditingkatkan, khususnya terhadap keketuaan Thailand di ASEAN. Tidak hanya itu, Indonesia juga akan lebih fokus terhadap nasib etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar.
 
“ASEAN harus terus bersatu, bekerja keras, agar kawasan Asia Tenggara tetap menjadi kawasan damai, stabil dan sejahtera,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam Pernyataan Pers Tahunan di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.
 
Namun, Menlu Retno lebih menekankan dukungan Indonesia terhadap pemulihan Rakhine State, Myanmar. Indonesia juga terus berupaya berkontribusi agar isu Rakhine State mengalami kemajuan. Sejak 2017, Indonesia secara berkala terus mengirimkan bantuan untuk Rakhine, termasuk mendirikan rumah sakit dan sekolah Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada KTT ASEAN di Singapura bulan November 2018, Indonesia mengusulkan agar AHA Centre dan Sekretariat ASEAN mendapatkan akses dan dapat berkontribusi lebih banyak, terutama dalam mempersiapkan repatriasi sukarela, aman dan bermartabat,” lanjut dia.
 
Usulan Indonesia ditanggapi secara positif oleh negara anggota ASEAN. Tindak lanjut yang dibahas di KTT akan terus dilakukan pada tahun ini.
 
“Januari ini, Preliminary Need Assesment Team, Insya Allah akan mulai bekerja di Rakhine State. Setelah itu, Comprehensive Need Assesment team akan bekerja dengan masa satu tahun,” tutur Menlu Retno.
 
Baca:Menlu RI Bahas Rakhine Bersama Penasehat Nasional Myanmar
 
Menlu Retno sangat berharap, selain mempersiapkan repatriasi, keberadaan AHA Centre dan Sekretariat ASEAN di Rakhine State akan dapat membantu menciptakan rasa saling percaya dan lingkungan yang lebih kondusif.
 
“Ini satu langkah maju yang dilakukan ASEAN untuk membantu Myanmar mengatasi masalah Rakhine State,” ungkap dia.
 
Bentrokan di Rakhine State yang pecah pada Agustus 2017 lalu membuat hampir satu juga etnis Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh. Banyak Rohingya di Bangladesh tinggal di di Cox’s Bazar dan Kutupalong serta wilayah-wilayah lainnya.
 
Hingga saat ini, status mereka masih tak jelas dan bergantung pada bantuan internasional. Repatriasi pun masih tertunda, karena Bangladesh dan Myanmar masih belum mencapai kesepakatan final, ditambah para pengungsi juga enggan kembali ke Myanmar.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif